Satu

Minggu, Juni 04, 2017



Kau tahu, Ibu pernah bilang padaku. Cinta dan luka itu lawan kata. Tidak Ibu, jawabku
Lalu apa? Jangan keras kepala, Ibumu lebih tahu
Aku diam. Mengalah. Sebab kepala Ibu lebih keras
Aku tetap tidak setuju dengan Ibu. Tapi diam saja. Aku takut dikutuk jadi batu
Kenapa kau tidak bilang saja? Ah, percuma. Bakal lebih panjang dari naskah drama Caligula
Jadi, kalau cinta dan luka bukan lawan kata, lalu apa?
Jawabannya, kau sudah pernah kuberi tahu.

Semarang, tujuh belas.



You Might Also Like

16 komentar

  1. Cinta dan luka adalah satu, mereka saling melengkapi satu sama lain. kalau dibilang lawan kata juga tidak. dibilang persamaan juga tidak

    BalasHapus
  2. kalau dalam cinta tidak ada luka itu ga kerennn :(

    BalasHapus
  3. cinta dan luka itu udah satu paket . kalo cinta harus berani terluka tapi kalo belum siap terluka jangan mencinta . sok tau aja nih jomblo hahahahahaha ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wadaw, jomblo yang terluka karena cinta nih pasti

      Hapus
  4. Kalo menurut saya cinta dan luka itu punya hubungan sebab-akibat. Loh jadi malah belajar mapel Bahasa Indonesia nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadaw, sebab akibat dari cinta dan luka :))

      Hapus
  5. Cinta dan luka kadang datang dengan satu paket. Tergantung bijaknya kita dalam menghadapi kedua itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paket hemat cinta dan luka ada nggak ya?

      Hapus
  6. Bukan lebih kera kepala ibu, tapi ibu sudah tau lebih dulu darimu nak :D bahkan sudah mengalaminya bagaikan mendayung dalam lautan ombak :)

    Cinta itu buta nah, gelap alias black, black itu kaleng krupuk, kerupuk itu melempem. Jadi kalau tak saling merawat, maka cinta itu akan melempem bagaikan kerupuk..haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggak tau ibu si aku puisi ini bener-bener keras kepala atau tidak. Coba tanyakan pada ibu si aku puisi :D

      Cinta = krupuk. Oh indahnya.

      Hapus
  7. Keknya ini soal Asam gamar kehidupan, pon. Ibu jelas lebih pengalaman daripada dirimu. Makanya beliau keras akan penyataanya. :D

    Kalau aku, ya mikir juga. Cinta nggak ada lukanya, jadi kayak sayur kurang garam pon. Datar doang. Nggak seru.

    Jadi, jangan bersikeras... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin, pengalaman si aku puisi dengan ibunya untuk masalah percintaan, lebih berpengalaman si aku puisi bang, ehehehe :D

      Iya sih. Cinta tanpa luka kayak luka tanpa cinta. Huh.

      Hapus
  8. cinta dan luka itu bukn lawan kata, justru mereka beriringan..biasanya cinta cepat atau lambat akan diiringi luka. Huehehehehe

    BalasHapus