Terbenam dan Tersingkir di Kendal

Jumat, Agustus 05, 2016


Judul postingan ini terisnpirasi dari buku George Orwell yang berjudul Terbenam dan Tersingir di Paris dan London. Menceritakan tentang George Orwell yang mengalami kemiskinan saat berada di Paris dan London. Hari rabu kemarin, aku juga merasakan hal yang sama seperti yang dialami George Orwell. Walaupun nggak ektrim banget. Tapi aku merasa hampir terbenam dan tersingkir di Kendal.

Jadi ceritanya hari rabu kemarin aku mau pulang ke Pekalongan. Entah kenapa, setiap aku mau pulang ke Pekalongan, ada saja hal-hal yang membuat perjalananku tidak lancar. Nggak terus sih, tapi sering. Kayak yang terjadi rabu kemarin. Jam 5 sore aku berangkat dari kosan. Kesialan pertamaku adalah pas ngambil uang di ATM. Waktu itu uang di dompetku tinggal sembilan ribu. Akhirnya aku menuju ATM dan berniat ngambil uang.

Kebetulan aku punya dua kartu ATM, dua-duanya dari bank BRI. Aku masukin salah satu kartuku di mesin ATM nya, dan mencet pinnya. Tiba-tiba keluar tulisan yang intinya memberitahukan kalau aku salah memasukan nomor pinnya. Aku ulangi sampe berkali-kali, dan baru sadar kalau itu nomer pin kartu ATM yang satunya. Pas aku masukin nomor yang bener, tiba-tiba ada tulisan yang memberitahukan kalau aku nggak bisa ngambil uang gara-gara salah masukin pin beberapa kali.

Akhirnya aku coba masukin kartu ATM yang satunya. Tapi sayang, aku nggak bisa ambil uang gara-gara saldonya nggak cukup. Awalnya aku mikir kalau aku nggak bisa ambil uang gara-gara ATM nya hanya bisa ngambil uang seratus ribu. Aku beli bensin dengan sisa uang sembilan ribu di dompet dan lanjutin perjalanan sambil nyari ATM yang bisa ngambil uang lima puluh ribu.

Sayangnya kesialan masih setia mengikutiku. Di sepanjang perjalanan aku sama sekali tidak menemukan ATM BRI yang bisa ngambil uang lima puluh ribu. Sampai akhirnya aku menemukan mesin ATM di Kendal yang bisa ngambil uang lima puluh ribu. Aku langsung sujud syukur, teriak-teriak nggak jelas, dan sikap lilin di depan mesin ATM. Langsung aku masukin kartunya dengan penuh nafsu. Dan........... "maaf saldo anda tidak cukup" menghiasi layar atm yang berwarna biru, sebiru hatiku. Pengen rasanya aku beli Chitato sebanyak-banyaknya, kemudian aku makan sampai mabok Chitato. Sayangnya aku nggak punya uang. Jadi aku batalkan niatan mabok Chitatonya.

Aku diam beberapa menit. Berfikir dan menunggu keajaiban. Aku nggak bisa melanjutkan perjalanan karena bensin nggak bakal nyukup buat ke Pekalongan, buat balik ke kos pun nggak cukup. Aku duduk di depan Indomaret, memikirkan kengenesanku. Awalnya aku mau minjem uang orang yang jualan di situ, dengan memberikan KTP sebagai jaminan. Tapi pikiran negatifku terlalu liar. Aku takut kalau tiba-tiba orang yang tak beri jaminan KTP itu merampok bank dan meninggalkan KTP yang berisikan identitasku sebagai barang bukti. Akhirnya aku ditangkap dan berakhir di penjara. Sungguh imajinasi yang sangat liar.

Akhirnya ide cemerlang muncul di otakku. Aku segera nyalain laptop, buka aplikasi Line (kebetulan aplikasi Line aku taruh di laptop, karena kalau ditaruh di hp, bisa meledak hpku gara-gara notif yang banyak banget, bahkan lebih banyak dari member 48 Family). Setelah aku buka aplikasinya, aku langsung chat salah satu temen. Minta kirimin uang lima puluh ribu biar bisa ngambil uang. Pas temenku udah setuju mau minjemin tiba-tiba aku ingat sesuatu........... AKU NGGAK TAU NOMOR REKENINGKU. Ya Rabb, dosa besar apa yang telah hamba lakukan akhir-akhir ini. *seketika ada yang nyetel backsound Tobat Maksiat*

Aku kembali termenung. Aku searching cara ngecek nomor rekening lewat ATM. Tapi hasilnya nihil. Imajinasiku semakin liar. Jangan-jangan ntar aku nggak bisa pulang ke rumah, terus ada om-om yang godain aku, akhirnya aku diperkosa, dan berakhir menjadi gelandangan, dan berakhir jadi tulang belulang di pinggir jalan. Sungguh imajinasi yang sangat liar.

Hari semakin malam, hujan juga turun deras. Aku kembali termenung meratapi kesialan yang terus datang. Cacing-cacing diperut udah mulai demo minta dikasih makanan, karena dari sore belum makan. Aku jadi sedikit merasakan apa yang dirasakan George Orwell saat menjadi miskin. Nggak punya uang selembar pun di dompet. Sungguh mengenaskan. Aku berharap ada orang yang tiba-tiba lewat dan ngasih uang lima puluh ribu, kopi, dan rokok lengkap dengan koreknya. Tapi semuanya hanyalah harapan. Sama seperti berharap mengulang kisah indah bersama dia. Nggak mungkin.

Kira-kira jam delapan malam, aku masih duduk di depan Indomaret. Mencari ide agar bisa pulang ke rumah. Tiba-tiba aku lihat ada sekumpulan anak-anak alay yang sedang duduk di kursi depan Indomaret. Aku samperin sekumpulan anak-anak alay itu. Dan mungkin mereka harapan terakhriku.

"Misi mbak, ada yang bawa powerbank?" tanyaku.

"Eh, powerbank? Ada yang bawa nggak? Kamu bawa nggak?" tanya salah satu mbak-mbak alay ke temen-temennya.

"Nggak, nggak bawa."

"Maaf mas, nggak bawa."

"Oh iya, makasih ya."

Aku kembali duduk dengan perasaan kecewa. Beberapa menit kemudian........

"Eh, powerbank ya? Aku bawa kok. Tak kira tadi apa." kata cowok yang berada di perkumpulan anak-anak alay itu.

"Makasih mas, makasih banget." kataku sambil mengambil powerbanknya dan langsung berdiri di antara dua sujud.

Pengen rasanya aku ngesmack down mas-masnya karena sempet bikin aku kecewa. Tapi nggak jadi karena udah minjemin. Makasih banget pokoknya buat mas-mas alay itu, karena udah menyelamatkan satu orang yang mungkin berpotensi menjadi gelandangan.

Akhirnya aku telfon Ibuk. Aku cerita semuanya, dan minta kirimin uang. Beberapa menit nunggu, akhirnya aku punya uang lagi. Sungguh malam yang sangat panjang. Ada beberapa kesialan lagi sebelum aku sampai di rumah. Yaitu pas mau beli makanan dan minuman di Indomaret. Hampir saja uangnya nggak diterima gara-gara atasnya bolong-bolong dikit. Sampai akhirnya mereka mau nerima uangnya. Dan pas perjalanan ke rumah aku seperti dikerjai sama hujan. Pas aku pakai jas hujan, hujannya berhenti, pas aku lepas jas hujan, hujannya turun, aku pake lagi, hujan berhenti. Ahirnya aku pake sampe rumah walaupun nggak hujan. Jadinya aku kayak mas-mas yang salah gaul. Mungkin banyak yang mengira aku nggak punya jaket akhirnya pake jas hujan. Huh, sungguh malam yang sangat panjang dan penuh perjuangan.


You Might Also Like

40 komentar

  1. Ya Allah melaseee porrr..
    koncomu ndakan orak ono siji-sijio? :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ora ono blaaaasss. Mesake banget kan :')

      Hapus
  2. ya Allah co mesake tenan koe ki, tapi ceritamu bikin ketawa.
    untung gak jadi gelandangan koe co. waah parah bener itu mas-mas nya orang jelas nanya powerbank malah dikira apa.. mungkin dia terpesona samamu co. hahaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesake banget aku :') Sitik neh dadi gelandangan. Tapi aku berterimakasih sama mas-mas alaynya :))

      Hapus
  3. Hem... Gue gak tau Pon, harus ngomong apa pon. Kasihan banget gue pon. Kok bisa sampe segitu ngenesnya.

    Gue pernah kejadian kek gini. Pas mudik juga. Waktu itu parahnya minyak tinggal dikit, uang udah habis, paket internet gak ada dan bentar lagi mau nyebrang harus pake duit.

    Setelah melalui jalanan yg panjang, akhirnya nemu juga ATM yg 50rb. Serius! Bahagia banget. Bersyukur bisa pulang ke rumah. Kalo nggak, gak taulah harus gimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngenes banget emang. Sepertinya kesialan sedang bertengger di pundakku bang :')

      Hapus
  4. Astagaaa.. Ternyata ada yang lebih ngenes lagi kejadian hidupnya daripada gue. Tetap semangat ya Ponco hahaha..

    Coba aja komedinya ada dari awal pasti lebih seru ceritanya. Hal yang sial aja udah lucu, dimodif dikit biar unsur komedinya makin lucu bisa jadi ngakak tuh tulisannya.
    Apalagi di bagian terakhir itu closingnya keren hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ada orang yang lebih ngenes dari kehidupan kita :')

      Sayangnya aku nggak bisa bikin yang lucu bang, aku bisanya bikin yang-nya orang lain cemburu. #kannggaklucu :(

      Hapus
  5. kasihan banget yaa, itu kok kesialan datang bertubi-tubi gitu. yang sabar aja ya, bro.

    semuanya memang bermula dari kasus ATM ketuker itu sih. harusnya kamu lebih teliti menandai ATM nya supaya nggak ketuker masukin pin gitu. nggak paap deh ya buat pelajaran kedepannya nanti.

    untunglah mas-mas alay itu bawa power bank. mungkin kalau nggak ada yagn bawa, pasti kamu sampai tinggal di indomaret itu sampai keesokan harinya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga nggak kejadian kayak gini lagi. Sayang banget tuh, ada isinya tapi keblokir :( Trimakasih banget lah buat mas-mas alay, udah nyelamatin salah satu calon gembel.

      Hapus
    2. Nah, apalagi kalau isinya banyak, kan bisa nangis kalau keblokir haha.
      hmm, jadi sebenernya mas mas alay itu nggak selamanya alay ya, dia bisa juga jadi penolong disaat dibutuhkan.

      Hapus
    3. Sempet pengen nangis, tapi tak tahan, karena aku cowok strong! Walaupun sempet ngompol dikit juga sih.

      Yo'i. Nggak selamanya mas mas alay itu nggak baik. Dibalik kealayannya pasti ada sesuatu yang baik. Terimakasih mas mas alay.

      Hapus
  6. kok jadi inget pas kuliah dulu ya baca postinganmu ini.. Y__Y

    aku pernah, mau ambil uang bulanan di ATM, dengan PDnya aku masukin pin ATM, mesinnya bilang salah pin, padahal dalam ati, bener kok, g salah, terus masukin lagi, salah.. aku ngeyel, ini bener pinnya, aku masukin lagi dan keblokir, astaga!!! aku lupa kalau cuman punya 3 kesempatan, dan aku baru sadar, beberapa hari lalu aku baru ganti pin ATM, dan yg aku inget pinku yang lama, asyeeem!! padahal duit buat idup sebulan ada di kartu atm yang ke blokir itu. nasiiib!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata pepatah yang mengatakan 'selalu ada orang yang lebih ngenes dari kita' itu benar adanya. Ada yang lebih ngenes dari aku. Nasib kak Incess lebih ngenes. Ternyata aku nggak sendirian :')

      Hapus
  7. soal keliru masukin pin atm karena punya 2 kartu atm, aku juga pernah ngerasain, malahan aku ujung-ujungnya dua-duanya keblokir semua hehehe.. beruntung tuh udah bisa langsung dapet kiriman uang dari ibu, ya disyukurin aja bang, setiap kejadian pasti ada hikmahnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggak sendirian lagi :') Banyak kasus kayak gini ya. Iya, untungnya atm yang satunya belum keblokir.

      Hapus
  8. Langsung searching dengan keyword George Orwell...

    Kadang kalo punya 2 kartu ATM yang sesama bank itu bikin susah juga ya. Gue juga punya kartu ATM dengan bank yang sama, nah cara ngebedainnya gue tulis aja pake spidol buat ngebedainnya, gue tulis aja simbol tertentu. Setelah begitu jarang juga sih gue salah masukin kartu :D

    Untung ya ada mas mas itu yang minjemin powerbank, kalo engga ada tuh, bener-bener kayak George Orwell beneran :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ada tandanya sih. Tapi aku orangnya pelupa. Dan dengan pedenya tetep masukin nomor yang sama waktu itu. Keblokir deh akhirnya.

      Untung banget. Mas-mas alay itu emang nggak punya sayap tapi mirip malaikat.

      Hapus
  9. ih kasian banget, kok sialnya bisa bergilir gitu, sabar aja mas bro.

    saya juga pernah kayak gitu, motor mogok, nggk ada duit, nggk bawa hp, tapi nggk ada ATM karena aku masih SMP

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkadang kesialan bertubi-tubi akan menimpa kita. Bersiaplah. Wkwkwkwkwkwk.

      Hapus
  10. masnya mungkin terlalu cepet-cepet sampai gupuh trus lupa nomer pin atmnya. jadi sekalinya apes kena apes terus wkwk
    untung ibunya tau nomer rekening anaknya ya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, terlalu pengen cepet pulang. Tledor banget pokoknya :(

      Hapus
  11. imajinasi nya terlalu liar atau terlalu alay pon ? hahahaha ,, nomor rekening sendiri itu enggak tau apa lupa ?. untung tuh ada yg minjemin powerbank , bilang makasih gak ke orang yg minjemin ? hahaha

    Untung ada seorang ibu yg menyelamatkan mu hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liar dan lebay lebih tepatnya. Lupa, maklum udah hidup dari jaman dinosaurus. Bilang dong, kan penyelamat hidup.

      Iya, ibu itu emang nggak punya sayap tapi mirip malaikat. BOOM!

      Hapus
  12. Kasiann :(( eh tapi aku juga kadang lupa sama nomor rekening sendiri, lain kali beli pb dah pake yang xiaomi tuh murah bagus lagi, lah kok aku malah promo disini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, malah promo :( Boleh deh, bisa dinego kan? COD daerah mana?

      Hapus
  13. Ya Allah mas, ini serius, gila, bisa bertahan ya mas, masnya kuat banget ya :')

    Kalau aku ada di posisi mas, entah apa yang aku lakuin mas. Tuhan memang tidak pernah memberikan cobaan melebihi yang bisa dilalui hambanya, dan ternyata benar, walaupun cobaannya bertubi-tubi, akhirnya mas selamat juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang mas, udah biasa dengan hal-hal seperti ini :')

      Semoga diberi cobaan yang seperti ini ya, biar adrenalinnya terpacu. #LahDoaNggakBener

      Hapus
  14. Huahahaha...... kok gue malah ngakak ya bacanya, bukan kasihan. Cerita ngenesnya, keren bang, terhibur, joks"nya alus banget, gue aja bingung, diindomaret ada alay, biasanya alay" kan adanya di dahsyat.

    Btw, bang pon, ngidol babymetal ya, asek, gue ada temennya hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menertawakan kesialan itu emang perlu bang, biar nggak ngerasa ngenes. Mari tertawakan kesialan kita :))

      PUT YOUR KITTSUNE UUUUUUUUUUUPPPPP \m/

      Hapus
  15. Kalo gue udah nangis kali ya, pergi ke masjid terdekat dan nangis-nangis, Ya Allah toloan Aim ya Allah.

    Tapi mungkin ada hikmahnya, eh hikmahnya apa yg lu dapat co? :D

    Gue pernah kayak gitu, tapi soal urusan skripsiy. Mungkin gue George Orwell, Terjatuh dan Terdiam. (ini Mah Cakra Khan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh bang, pengen nangis juga sebenernya, tapi Aim harus strong. Tuhan selalu bersama Aim.

      Hikmahnya, jangan memandang sebelah seorang alay bang.

      Itu Cakra Khan -___-

      Hapus
  16. Sial banget ya hueheheh.

    Lo panik atau gimana? Masukin number pin yang kartu atm satunya haha. Ngomong-ngomong pas lo di depan indomaret itu ngapain aja sih? XD
    Sampai jam 8 malem lo duduk merenung? Cari ide buat bisa pulang? Tapi bener-bener keren pengalaman lo, menyedihkan tapi berkesan huehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak panik, udah biasa, malah udah nyangka bakal ada halangan pas pulang. Sungguh menyedihkan.

      Iya, di Indomaret cuma duduk-duduk, kadang mondar mandir cari ide buat pulang.

      Hapus
  17. Sering kayak gini pon? wkwk . Kayaknya dari sekarang elu harus hafal nomor rekening sendiri deh. gue malah bilang elu beruntung karna ada anak alay yang mau pinjemin powerbank. Kalau gak ada, gimana coba? elu udah jadi gelandangan stadium 1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sering :') Kayaknya perlu juga tuh. Bener, kalo nggak ada mas mas alay, malam itu bakal jadi malam yang lebih panjang. Dan mungkin berakhir jadi gelandangan stadium Anfiel. #receh

      Hapus
  18. Sangat menarik. Fix. Jokowi harus tahu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas ketua stand up Pemalang. Sungguh sebuah kehormatan dikomentari mas ketua. Beri saya petunjukmu mas biar Jokowi tau ini. Sekalian Trump juga harus tau ini.

      Hapus