(Sok) Review Life Is Beautiful

Rabu, Juni 29, 2016

Dunia perfilmman sedang ramai-ramainya dengan beberapa film yang melanjutkan cerita sebelumnya, atau biasa disebut dengan sekuel. Ada The Conjuring 2, Now You See Me 2, dan Manusia Harimau 2. Yang paling ramai adalah The Conjuring 2, yang ramai karena setannya yang bernama Valak. Nggak tau kenapa si Valak ini bisa ramai menjadi bahan guyonan, soalnya belum nonton. Kasih tau dong kalo ada yang tau.

Tapi di post kali ini aku nggak mau bahas tentang Valak maupun The Conjuring 2, karena aku belum nonton (walaupun link downloadnya udah keluar). Aku akan membahas satu film yang setidaknya sunnah kalian tonton sekali seumur hidup sebelum link downloadnya pada mati. Judulnya adalah "Life Is Beautiful". Film lawas yang berkualitas.

Film ini nggak sengaja aku temuin ketika searching film-film yang bagus. Jadi kebiasaanku saat memilih film maupun bacaan adalah nggak baca review maupun sinopsisnya terlebih dahulu. Karena hal ini bisa membuat aku lebih penasaran dengan sebuah film atau bacaan.

Kalau ada yang mau meniru caraku, silahkan close tab blog ini dan langsung download Life Is Beautiful. Karena setelah ini bakal ada sedikit ulasan tentang film ini.


Judul: Life Is Beautiful , La vita è bella (Original Tittle)
Tanggal rilis: 23 Oktober 1998
Genre: Comedy Drama Romance
Sutradara: Roberto Begnini
Penulis: Vincenzo Cerami dan Roberto Benigni 
Lagu unggulan: La vita è bella
Musik digubah oleh: Nicola Piovani
Penghargaan: Academy Award untuk Aktor Terbaik, dan lainnya.

Sinopsis:

Life Is Beautiful (bahasa Italia: La vita è bella) adalah sebuah film Italia yang dirilis pada tahun 1997, yang bercerita tentang seorang Yahudi Italia, Guido Orefice (diperankan oleh Roberto Benigni, yang juga menyutradari dan penulis cerita), di mana dia harus menggunakan imajinasinya untuk menolong keluarganya di kamp konsentrasi Nazi. Bagian dari film ini menceritakan tentang pengalaman hidup Benigni: sebelum dia lahir, ayahnya dimasukkan kedalam kamp konsentrasi Bergen-Belsen. (Wikipedia).
Review:

*Catatan: Karena aku nggak terlalu bisa nulis review, jadi mohon maaf kalo ada beberapa spoiler tentang cerita ini.

Saat menonton bagian awal aku mengira kalau film ini adalah full komedi yang hanya mengisahkan kekonyolan Guido. Karena di awal film memang bener-bener menonjol banget unsur komedinya. Di awal cerita aku dibuat ngakak dengan kelakuan konyol Guido Orefice. Pada bagian ini juga menceritakan tentang usaha Guido yang mencoba mendekati wanita yang (mungkin) bekerja sebagai guru SD. Sampai di bagian ini aku menganggap film ini sebagai film percintaan komedi.

Di bagian tengah film ini baru aku sedikit mengetahui kalau film ini bercerita tentang seorang Yahudi yang tinggal di Italia dan cerita tentang Nazi. Bayangan tentang film komedi pun hilang saat sampai di tengah film. Tapi jangan kira unsur komedinya berhenti hanya pada awal saja. Karakter Guido adalah orang yang positif dalam menjalani segala hal, jadi walaupun dalam keadaan susah, dia tetap membuatnya menjadi bahagia. Hal itu membuat jalan cerita yang nelangsa menjadi sedikit mencair karena kelakuan Guido.

Cobalah tonton film ini, film yang menurutku membuat kita sadar kalau kita tidak perlu membeda-bedakan kalau kita dari kaum ini, kita dari ras ini, maupun dari pengelompokan-pengelompokan lainnya, yang harus digaris bawahi adalah bahwa kita sama-sama manuisa.

You Might Also Like

25 komentar

  1. Film yang menarik, kapan kapan deh kalo ada kuota aku download. Bener banget itu sebepum linknya mati hahaha.

    Kalo aku justru kebalikan kamu, kalo mau nonton film bioskop atau mau download film, pun beli buku, harus baca sinopsisnya dulu. Aku harus menimbang2 dengan cermat apakah layak atau tidak. Apakah menarik atau tidak. Kan sayang udah menggelontorkan rupiah atau kuota, kalau hasilnya jelek atau mengecewakan hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, pertaruhan banget lihat film atau baca buku tanpa lihat review atau baca sinopsisnya terlebih dahulu.

      Hapus
  2. Sebuah sinopsis film yg baik, .. keren mas.. berbakat mengulas film.

    Eh iya, ngomongin film ini saya tambah penasaran. Bagaimana suasana kamp kamp konsentrasi nazi di jerman? Soalnya ini pernah saya baca beberapa kisah di bacaan, tapi masih ga dapet penjiwaan yg jelas mengenai moment peperangan itu.
    Kalau ke telk*m udah bisa download nih film..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum sekeren yang lainnya kok. Ehe.

      Coba download film ini. Aku rasa bisa sedikit menggambarkan tentang kamp konsentrasi yang dibuat Nazi.

      Hapus
  3. haha, kalau aku malah kebalikanmu darimu nih bro, justru kalau aku mau baca sebuah novel atau nonton film, aku pasti kepoin dulu sinopsis dan trailernya. meski ada sedikit adegan atau cerita yang dibocorkan disana tapi seenggaknya aku sedikit tahu novel dan film tersebut seperti apa.

    film yang kamu review ini sepertinya keren dan wajib ditonton juga nih. apalagi tinggal download aja, mudah banget. ceritanya juga menceritakan jaman-jaman nazi dahulu ya. keren nih, nanti coba lah aku download juga filmnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan sih gitu, harus tau garis besar ceritanya, baru mau nonton atau baca.

      Sila download filmnya kalo lagi selo.

      Hapus
  4. wih, ini film lama ya. kadang kalo lihat film lama rada gimana gitu sama lakon dan gambarnya. iya sih, namanya juga lama ya. haha
    btw, kalo mau download film-film lama begini dimana ya?
    maklum sebenernya jarang banget download film-film haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku searching judul filmnya langsung. Biasanya nyari-nyari link yang masih aktif.

      Hapus
  5. aku udh nonton the conjuring 2! #GaDaYgNanya. haha

    bolehlah dicoba nonton film lawas ini. makasih rekomendasinya yaaaa :))

    BalasHapus
  6. Haaaa kurang panjang nih reviewnyaa. Jadi pengin donlot. ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum terbiasa ngereview, jadinya nggak bisa panjang-panjang. Apa harus dibawa ke Mak Erot dulu ya?

      Mending langsung donlot aja, ehe :D

      Hapus
  7. Trailernya manaa coo? :(
    Biasanya gue malah gak baca synopsis kalo milih novel, tp itu jg kalo penulisnya udah tau sih, jd gaperlu baca synopsis udh prcaya duluan klo crtanya bagus. Jd sngaja ga baca biar ga penasaran. Haha.

    Aku baca genrenya doang ini, comedy, romance, drama. Kesukaanku! Aku ga baca reviewannya lebih jauh, tkut spoiler. Wkwk
    Boleh lah kpan2 streaming. Tp gambarnya burek gak? Soalnya ini film seumuran ama gue nih :/
    Eh taun 97 mah udh bagus kali ye kualitas gmbarnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, iya lu, lupa ngasih trailer :( Next deh kalo ngereview lagi kasih trailer.

      Gambarnya ala film-film lama gitu lu. Jangan terlalu berharap banyak sama grafiknya. Nikmatin alur ceritanya aja. Ehe :D

      Hapus
  8. reviewnyA menarik, download dulu ahh :D

    BalasHapus
  9. numero uno.. gianlugi buffon.. chellini..
    berat ya, film italia yang satu ini. temanya nazi sama deskriminasi kaum kan? terakhir gue nonton film tentang nazi itu yang filmnya alan turing tentang kode enigma. berat bro, hahaha. tapi kalau dicampur dengan bumbu komedi sih kayaknya bikin penasaran juga. ketika nazi, deskriminasi kaum, dan komedi diracik menjadi sebuah hidangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah lihat karyanya Alan Turing. Satu lagi film Nazi yang sepertinya boleh dicicipi.

      Hapus
  10. Wah, kebiasanmu terbilang unik loh, Mas. Hahaha.
    Kalau mau download film tidak melihat reviewnya dulu. Langsung aja download. kalau saya pribadi sih, takut aja gitu sebelum baca reviewnya download, eh filmnya ternyata zonk hahaha. Kan jadi rugi kuota hiks.

    Hm, karena saya belum pernah menonton filmnya, saya coba baca review singkatmu mas. Rasanya, penasaran sih sama film ini. Pesan yang disampaikan juga sepertinya semakin membuat penasaran saya nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, sebuah pendirian yang tidak ingin mendapat potongan puzzle dari sebuah review maupun sinopsis agar kemisteriusan sebuah film bisa terjaga.

      Coba tonton kalau tertarik dengan filmnya. Oh ya, buat catatan ketika menonton film lama, fokus pada alur cerita, jangan grafiknya.

      Hapus
  11. Wuih demen film jadul ternyata. Kalo dari apa yang ditulis sih pesan dari filmnya bagus. Jangan beda2in golongan. Ditambah komedi jadi nggak bosenin. Tapi kayaknya nggak niat nonton sih. Nggak terlalu minat sama film jadul. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya bukan film jadulnya yang disuka, tapi cerita tentang masa lalunya yang disuka.

      Hapus
  12. Wuih demen film jadul ternyata. Kalo dari apa yang ditulis sih pesan dari filmnya bagus. Jangan beda2in golongan. Ditambah komedi jadi nggak bosenin. Tapi kayaknya nggak niat nonton sih. Nggak terlalu minat sama film jadul. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya bukan film jadulnya yang disuka, tapi cerita tentang masa lalunya yang disuka. (2)

      Hapus
  13. Reiview-nya lumayan asik
    boleh lah coba nonton.. mudah2an gak bosenin :D

    BalasHapus