Pesan dari Love Liu

Jumat, November 20, 2015

Selama hari-hari tergelap Revolusi Budaya, Love Liu yang berumur 12 tahun bertanya-tanya seperti apa kehidupan di luar Xinjiang, wilayah terpencil di barat laut China. Di sini keselarasan dijunjung tinggi melebihi segalanya, dan kecurigaan mewarnai setiap interaksi dengan tetangga, teman sekelas, bahkan sahabat. Ke dalam atmosfer yang mencekik ini datanglah seorang guru dari Shanghai––jangkung, elegan, dan mengepit kamus bahasa Inggris.

www.assudahlah.blogspot.co.id
 ----------

Setiap buku pasti memiliki pesan-pesan tersendiri, dan setiap pembaca mengartikan pesannya pun berbeda-beda. Terkadang buku bisa mengubah cara pikir pembacanya, ataupun memberi inspirasi kepada pembacanya. Seperti buku English karya Wang Gang. Seakan-akan Love Liu (tokoh utama dalam novel English) memberikan sebuah pesan kepadaku.

BAB II

Di bab ini Love Liu pertama kali bertemu dengan Second Prize Wang (guru bahasa Inggris Love Liu). Awalnya Love Liu berpikir kalau belajar bahasa Inggri itu nggak perlu. Dia belajar bahasa Uyghur karena banyak warga Uyghur di sana, dia belajar bahasa Rusia karena Xinjiang dekat dengan Rusia, tapi untuk apa dia belajar bahasa Inggris? Inggris dan Amerika terlalu jauh menurutnya, dan dia berfikir belajar bahasa Inggris itu tidak perlu.

Tapi setelah bertemu dengan Second Prize Wang, dia tertarik belajar bahasa Inggris. Walaupun teman-temannya sering menertawakannya, tapi dia tidak menyerah belajar bahasa Inggris. Dan masih banyak lagi halangan yang menimpa Love Liu untuk belajar bahasa Inggris.

Setiap aku membaca cerita itu aku merasa malu, sebab Love Liu yang saat itu tinggal di daerah Urmuchi, daerah terpencil di China saja semangat belajar. Bahkan saat itu belajar bahasa Inggris tidak semudah sekarang, kamus pun hanya Second Prize Wang yang punya.

Love Liu mengirimkan pesan untuk lebih semangat belajar. Apalagi di jaman yang sekarang ini, kita lebih mudah untuk belajar, banyak sekali media-media yang mendukung kita untuk belajar. Seharusnya semangat belajar kita juga meningkat.

BAB XIII 
 
Di bab ini Love Liu kabur dari rumah, dia kabur karena ada masalah dengan Ayah dan Ibunya. Dan saat perjalanan mencari tempat tidur, dia bertemu Zhang, seorang gelandangan. Love Liu memutuskan untuk menjadi gelandagan bersamanya. Mereka semetara hidup bersama dan saling membantu, dan mejadi sahabat, atau bisa disebut menjadi keluarga.
Bahkan ada suatu kejadian saat Love Liu tertangkap oleh penjaga saat Zhang dan Love Liu mencuri kulit. Zhang berhasil lolos, tapi tidak dengan Love Liu, dia tertangkap. Tapi Love Liu tidak mengadukan Zhang ke penjaga, bahkan walau dia sampai di pukuli oleh penjaga.
Di sini Love Liu berpesan bahwa belajar tidak harus dari orang yang berilmu. Belajar bisa dari siapapun, dan dari apapun. Love Liu belajar arti kekeluargaan dan kesetia kawanan dari Zhang.
----
Novel ini juga dibumbui sedikit percintaan, walau hanya secuil saja bab yang mengandung unsur percintaan. Ada bab dimana Love Liu merasa tertarik dengan temannya, Sunrise Huang. Dia tertarik karena Sunrise Huang pintar berbahasa Inggris. Dan di bab ini Love Liu menginspirasi aku untuk.......... segera mengakhiri kejombloanku. #duhbaper

You Might Also Like

27 komentar

  1. boleh saya masukkan di daftar bacaan saya nih..
    oh iya, mampir juga ya: muhammadirsyadd.blogspot.co.id :))

    BalasHapus
  2. Nama beberapa tokohnya unik :) paket lengkap buku ini berisi pesan-pesan inspiratif yg beragam
    Terima kasih telah berpartisipasi dalam GA Buku Yang Menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, emang keren nih buku.
      Sama-sama mbak :D

      Hapus
  3. Kalau ingin membeli novelnya di mana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agak susah sih, soalnya bukan best seller. Coba cari di gramed atau toko buku besar lainnya. Aku cari gramed di daerah Semarang udah nggak ada tapi, nggak tau daerah lain.

      Hapus
  4. Pada akhirnya, materi lo mengarah ke dalam lembah kejombloan terus pon. Hadeh.... jangan baper mulu kenapa?

    Udah tahun 2015 masih aja betah ngejomblo, SINGLE dong. "Sama aja kutu loncat..."

    Sepertinya 2 Bab yang lo review, bukunya keren. Pinjemin Pangeran dong... Tapi gak usah dibalikin, ya... hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh bang, maafkan dedek yang baperan ini :')

      Udah, sesama pria kesepian nggak usah salin hina. Mending downloadin foto Nabilah JKT buat didelusiin.

      Jangan, ini buku favorit, wkwkwkkwwk.

      Hapus
  5. Kenapa ujung-ujungnya jadi baper ya? *semogagakmenular :D
    Santai aja kali bang, jomblo itu indah :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, nggak tau nih kenapa jadi baper akhirnya :')

      Hapus
  6. Huahahahaha. Kirain cuma menginsiprasi buat giat belajar aja. Ternyata juga menginspirasi buat mengakhiri kejombloan. Dasar cowok baperan! (yang ngomong juga baperan sih)

    Novelnya keren ya. Aku suka sama novel yang gak cinta-cintaan aja temannya. Gak ngebosenin, dan bisa dapat pelajaran berharga juga dari novel itu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maafkan aku yang baperan ini :(

      Iya keren banget, salah satu best novel yang pernah aku baca nih. Sayangnya novel ini nggak best seller, jadi jarang yang tau.

      Hapus
  7. Dih baperan..

    Kurang nih review cuma 2 bab doang, kan penasaran sama bukunya tuh. Tapi ngeri juga ya, apa-apa dilandasi dengan kecurigaan. Mau pacaran entar curiga nanti dia selingkuh atau nggak, mau selingkuh juga curiga entar pacarannya lama atau nggak, jadi jomblo juga dicurigai takutnya gak suka lain jenis. Kan susah.

    Kalo gak salah Suku Uyghur itu salah satu suku asli China yang menganut agama Islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Males panjang-panjang (dasar malesan). Iya, serem juga kalo serba curiga gitu ternyata ya.

      Bener, aku juga pernah baca katanya gitu.

      Hapus
  8. Eh, kayaknya bagus ya. Buku2 yg berbau warga Tionghoa selalu punya daya tarik tersendiri buatku :) Hidup mereka itu penuh filosofi, ya kan? Buku ini terbitan kapan?
    Btw, coba baca bukunya Audrey Yu Jia Hui yg terbaru, penerbit Bentang. Tp ini memorabilia, bukan novel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, aku juga suka cerita-cerita yang berbau Tionghoa. Aku masih cari novel yang berbau Tionghoa baru nemu satu ini. Terbit udah lama, dan nggak tau masih ada stocknya apa enggak, soalnya bukan best seller.

      Ntar tak coba cari bukunya.

      Hapus
  9. Aku mauuuu. Kamu sukses bikin baper lewat review ini :')

    BalasHapus
  10. Berarti film inspiratif ya...iya memang benar dia. Belajar bahasa Inggris itu pnting dan hal pnting dalam beljar adalah jangan mudah menyerh wlu sush dn ditertawkn. Jdi pingin liat juga. Tpi emang bener kok, English is easy. English is important! Hehehe

    BalasHapus
  11. Berarti film inspiratif ya...iya memang benar dia. Belajar bahasa Inggris itu pnting dan hal pnting dalam beljar adalah jangan mudah menyerh wlu sush dn ditertawkn. Jdi pingin liat juga. Tpi emang bener kok, English is easy. English is important! Hehehe

    BalasHapus
  12. nama-nama tokohnya lucu..
    gue pikir di akhir kalimat mau bilang,
    "dan di bab ini Love Liu menginspirasi aku untuk.......... segera belajar bahasa inggris"
    ahahahah :D salah tebak..

    BalasHapus
  13. Cieee babang baperaan~ hahaha.

    Mau, sih, bukunyaaa. Tau ada buku keren dari manaa? Hahhaa.

    Sukses lah giveawaynya. Hehe. ^^

    BalasHapus