We Are Adventurers

Kamis, Juli 23, 2015

Petualangan bisa terjadi kapan saja. Saat kita mau menjelajah hutan, saat kita mau mendaki gunung, atau saat kita melihat kartun Dora, itu juga sebuah petualangan.

---------

Beberapa hari yang lalu aku datang ke acara halal bihalal keluarga dari ibuku. Awalnya kita sekeluarga mau berangkat bareng. Tapi karena aku baru sampai rumah jam 8 pagi dan males mau mandi akhirnya aku berangkat bareng kakakku naik motor.

Awalnya aku dan kakakku berencana berangkat naik motor bareng terus pergi ke rumah mbak yang pertama dan ngikutin mobil yang dipakai keluarga. Karena aku dan kakakku nggak tau dimana tempat halal bihalalnya. Tapi rencana cuma jadi rencana gara-gara kita berdua males mandi duluan. Kita saling nunjuk buat mandi duluan. Kalau enggak ada telfon dari mbak mungkin kita masih terus tunjuk-tunjukan sampai jam 10..... tahun depan.

Pas kita sampai kerumah mbak, ternyata sekeluarga udah pada pergi ke tempat halal bihalalnya. Ini sangat gawat karena kita berdua sama sekali enggak tau dimana alamatnya. Akhirnya dengan ilmu kesotoyan aku minta mbakku buat sms alamatnya.

Akhirnya kita mulai jalan ke arah yang diancer-ancerkan mbakku. Sebenarnya kita nggak yakin bakal sampai ke tempatnya, soalnya kita nggak tau ada di dareah mana. Tapi dengan ilmu kesotoyan, kita tetap melanjutkan perjalanan.

Aku mulai ragu sama jalan yang kita lalui. Soalnya sudah setengah jam kita nggak sampai-sampai. Aku mulai resah dan terus bertanya 'Gimana nih mas kalau kesasar?', 'Gimana kalau bensinnya habis?', 'Gimana kalau tiba-tiba Nabilah JKT minta dikawinin?'. Pertanyaan-pertanyaan parno terus aku lontarkan ke kakakku. Tiba-tiba kakakku bicara.

"Santiago (Tokoh dari novel The Alchemist) pernah bilang. Ada dua pilihan ketika kita tidak tau jalan. Menjadi orang yang mencari tempat tujuan dan tersesat, atau menjadi seorang advanturer yang tersesat tapi menemukan hal baru" Kata kakakku.

Tiba-tiba semangat kita kembali berkobar. Kita berteriak 'We are adventurers'. Sekarang kita adalah seorang advanturers. Tapi setelah beberapa menit kemudian giliran kakakku yang pesimis, dia gantian bertanya pertanyaan-pertanyaan yang parno ke aku. Aku merasa di php kakakku. Setelah dia menyemangati dengan kata-kata bijaknya, malah sekarang dia yang pesimis.

---------

Setelah mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke Samudra. Akhirnya kita sampai disebuah persimpangan. Persimpangan yang akan menentukan hidup kita. Apakah kita akan semakin tersesat atau malah sampai ke tempat tujuan. Dengan insting dan ilmu kesotoyan akhirnya aku mengatakan ke kakakku untuk belok ke kiri.

Tempatnya semakin aneh. Disebelah kiri dan kanan hanya ada sawah-sawah. Kemudian setelah melewati sawah-sawah, kemana kita selanjutnya? Ya, kita melewati jembatan. Untuk beberapa saat aku teringat kartun Dora. Untung nggak ada Swiper, kalau ada mungkin dia bakal nyuri motor kita, dan kita baru sampai ke tempat halal bihalalnya lebaran tahun depan.

---------

Tapi sepertinya kita berada di jalan yang benar. Soalnya kita jalan sesuai dengan tanda-tanda yang dikasih mbakku. Tapi setelah itu mbakku tidak membalas sms ku lagi. Ini makin gawat, karena kita udah sejauh ini, mau pulang kerumah juga nggak tau jalan pulangnya. Mau tanya polisi juga nggak ada polisinya, adanya malah polisi tidur. Percumaaaa.

Sekali lagi, dengan ilmu kesotoyan, kita mengelilingi desa dan berharap melihat sesuatu yang ramai-ramai, kali aja itu tempatnya. Tapi sudah dua kali putaran kita tidak menemukan tempatnya. Akhirnya aku, sebagai seorang adik yang baik, dikorbankan oleh kakakku untuk tanya ke orang. Setelah tanya dan aku jelasin jalannya ke kakakku, kita kembali jalan. Tapi..... kita makin tersesat.

Rasanya aku pengen nangis, nyesel karena udah ikut, tadinya aku di rumah aja nonton Ameri Ichinose, Maria Ozawa, Sora Aoi, Tsubasa Amami, dan teman-temannya.

Sepertinya keberuntungan sedang berpihak ke kita. Setelah beberapa kali keliling desa, akhirnya kita menemukan sebuah keramaian, dan ada beberapa orang yang kita kenal. Akhirnya kita sampai ke tempat halal bihalal. Aku dan kakakku langsung turun dan masuk. Terdengan backsoun 'We are the champion'.

Tapi setelah sampai di tempat halal bihalal ada banyak pertanyaan yang bikin aku pengen ngajak smackdown orang yang nanya. 'Udah ditrima kuliah dimana?', banyak pertanyaan seperti itu. Dan aku hanya bisa ngelus-ngelus dada..... yang nanya.

You Might Also Like

16 komentar

  1. kata-kata santiago di novel the alchemist patut diteladani.
    dia bilang; "Ada dua pilihan ketika kita tidak tau jalan. Menjadi orang yang mencari tempat tujuan dan tersesat, atau menjadi seorang advanturer yang tersesat tapi menemukan hal baru" secara gak langsung kalau diperhatikan ini perintah dia buat nyuruh kita tersesat lah -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jal, sesat dia. Nyuruh kita tersesat -_-

      Hapus
  2. Berarti nonton gambar gunung di layar laptop juga termasuk petualangan?

    Jadi maksud dari Santiago tadi nyuruh kita tersesat tapi disaat tersesat tadi bisa menemukan seseuatau yang baru, coba deh jelasin nemu apa aja yang baru selama perjalanan tadi. Bisa aja ketemu tenda nikahannya Nabilah JKT sama aku..

    Pas teriak "We are adventurers" malah keinget lagunya korogaru team k. Pasti keren tuh pas tersesat nyanyi gitu.

    Ameri Ichinose? Tsubasa Amami? itu member AKB generasi keberapa kok baru tau, gravurenya bagus gak? beneran gak tau nih. Mending ditanyain kuliah dimana daripada ditanyain kapan kawin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Petualangan itu riz...

      Aku nemu tenda nikahnya Nabilah. Tapi pas aku lihat ternyata Nabilahnya dulunya cowok :(

      Lagunya gimana? Aku malah belum tau, coba dong nyanyiin disini riz. Kali aja aku pernah denger.

      Search aja di gugel riz. Pasti nemuin gambar yang bikin hati adem.

      Hapus
  3. laah.. ga seru nih, kenapa endingnya bakal nemu tempat silaturahimnya,kenapa ga tersesat selama - salamanya aja! kan ceritanya ga bakal habis, mungkin kamu bakalan ketemu jodoh di tempat persesatanmu itu kali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maunya aku tersesat terus nih? Sampe bertahun-tahun, terus aku jadi kayak Tarzan. Tapi bedanya Tarzan nikah sama Jane, aku nikahnya sama Jin :(

      Hapus
  4. lah... vulgar juga. kalau nonton dora itu udah jadi anak advanture, apa lagi nonton maria ojawa yak.. hmm.. jadi, endingnya lu nyesel dan lebih memilih untuk menyaksikan sora aoi cs?

    ditanya diterima kuliah dimana di saat2 kayak gini sama kayak ditanya kapan nikah ya bro

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo nonton Maria Ozawa pasti gedenya jadi...... tukang review film JAV. Iya jev, aku lebih milih lihat Sora Aoi cs daripada tersesat gitu.

      Hampir sama, apalagi tanyanya sama orang yang belum dapet kuliahan.

      Hapus
  5. Wah parah nih ngelus2 dada yang nanya! Awas nanti! Gue bantuin! *loh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh kok bantuin, tapi dadanya dada cowok lho.

      Hapus
  6. Berarti gue udh jadi advanturers sejati ya klo udh nnton Dora? Haha.. Doraemon jg kok.. Dia kan sering berpetualang pake mesin waktu malah.

    Males mandi.. Itu true story banget, gue jg klo lg sm sepupu gue trs pgn pergi gtu psti kelamaan nunjuk2 siapa yg mandi dluan deh.. Klo bgtu trs sampe ktmu lebaran slanjutnya jg gak bakal mandi2-__-

    Pergi kmana2 trs nyasar.. Ah, udah bosen banget gue-_- Udh sering bgt gue ngalamin nyasar klo mau prgi kmna2.. Petualangan apanya tau. Cuma bkin lama dijalan doang. Kan capek :"( Aku trsesat dan tak tau arah jalan pulaaanngg~

    Tp keren jg ya, cuma berbekal ilmu kesotoyan, akhirnya bsa sampe ke tempat tujuan. Hebat! Bsa ajarin gak tuh ilmu kesotoyan kyak gmn? Bhahaha :D

    BalasHapus
  7. Ha..ha..

    Keren yah, lagi tersesat tidak tahu jalan tapi bukannya bingung dan panik tapi malah menganggap itu sebagai petualangan, wuiihh. Kalau saya mungkin sudah langsung pulang.

    BalasHapus