Aku Seorang Penyelundup

Selasa, Juni 23, 2015

"Besok ikut seminar mas ya"

"Hah, seminar apa?"

Kakakku nyuruh aku buat ikut seminar di kampusnya. Padahal kan aku bukan mahasiswa di kampusnya, dan belum resmi juga jadi mahasiswa. Awalnya aku tolak karena malu, atau takut kalau ketahuan ternyata bukan mahasiswa. Tapi dengan rayuannya, akhirnya aku luluh.

"Nggak bakal ada yang tau, temen-temen mas juga cuek-cuek aja kalo lihat"

Dengan rayuan enggak bakal ketahuan dan akan nambah ilmu kalau ikut seminar ini, akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Walaupun masih ada rasa takut dan malu karena sendirian.

"Nanti naik angkot sendiri ya" kata kakakku.

"Hah, kalo kesasar gimana? Kasih ancer-ancernya ya"

Karena kakakku harus berangkat kuliah dulu, jadi aku enggak bisa berangkat ke seminarnya bareng dia. Terpaksa aku harus naik angkot. Tapi ada rasa khawatir kalau aku naik angkok. Bukan masalah enggak tau jalan. Rasa takutku ini seperti saat naik kereta kemarin, aku takut diperkosa supirnya.

------

Paginya kakak aku berangkat kuliah dan aku ditinggal di kos sendirian. Karena seminarnya masih lama, yaitu jam 12, akhirnya aku menghabiskan waktu di kosan sendirian. Ada niat mau alasan ketiduran biar enggak ikut seminarnya tapi takut dikutuk gara-gara enggak melaksanakan sabda seorang kakak.

Setelah mandi dan nyari makan, aku langsung siap-siap buat ke kampus kakakku. Aku keluar dari kosan dan berjalan keluar gang. Dengan modal nekat, aku nunggu angkot di pinggir jalan. Masih terbayang ketakutan kalau nanti aku diperkosa. Tapi ketakutan itu aku hilangkan, aku mencoba berpikir positif. Kalaupun nanti diperkosa, aku harus menikmatinya. Titik.

------

"Mas aku udah naik angkot" aku mengirim pesan teks ke kakakku yang sebenarnya pesannya enggak penting.

"Mas, angkotnya udah belok kanan"

"Mas, angkotnya udah ngelewatin lampu merah"

"Mas, supirnya kok minta duit? Pelecehan nih"

"BODO AMAT" balas kakakku, sekaligus mengakhiri pesan enggak pentingku.

Aku turun di tempat yang diberi taukan kakakku. Masalah baru muncul, aku lupa tadi pas diberitau harus kemana lagi sama kakakku. Dengan ilmu kesotoyan akhirnya aku jalan aja menuju sebuah parkiran.

"Mas, aku udah sampe parkiran, kemana lagi nih?"

10 menit enggak dibalas. Masih setia nunggu balasan.

"Mas, aku udah nunggu di depan gedung. Mas dimana?"

30 menit, udah mulai panik. 

Aku takutnya kakak aku sengaja bohong ke aku. Karena dia juga suka bohong. Ingat beberapa tahun yang lalu juga dia pernah bohongin aku. Waktu itu masih kelas 6 SD, dan aku masih suka nonton kartun 'One Piece'.

"Tau nggak co, itu lagunya Five Minutes" kata kakaku waktu lagu openingnya diputar.

"Apa iya? Bagus ya" jawabku memberikan respon sambil melihat ke arah kakakku, tanda kalau aku percaya.

Setelah beberapa tahun akhirnya aku tau judul lagu itu 'We Are', dan itu bukan lagunya Five Minutes. Aku merasa bodoh sekali.

------

Setelah nunggu setengah jam lebih akhirnya kakak aku muncul, dia nyamperin aku dan bilang kalau acaranya belum mulai. Aku disuruh nunggu beberapa menit lagi. Akhirnya aku tinggal ke mushola sebentar, dan balik lagi nemuin kakak aku.

"Udah sana masuk. Tulis nama sama jurusan. Jurusannya asal aja, terus jangan bilang kalo kamu adikku ya"

Sungguh kakak yang baik hati, tidak mau mengakui adiknya. Akhirnya aku jalan ke panitia yang ada di depan pintu, mengisi nama, dan jurusan. Agak panik mau ngisi jurusan apa, tapi pas lihat atasnya ada tulisan 'idem', akhirnya aku juga ikut nulis 'idem', yang artinya ngikut tulisan atasnya.

Setelah masuk kedalam ruangan aku memilih tempat duduk yang sekiranya enggak bakal ada orang yang duduk disebelahku. Karena aku masih takut kalau ada yang ngajak ngobrol tentang dunia perkuliahan. Aku sempat mikir kalaupun ada yang ngajak bicara nanti, aku mau pura-pura bisu, biar nggak ngajak bicara lagi. Kecuali kalau orangnya putih, bening, sexy, dan tentunya.... ganteng.

Beberapa menit setelah acara mulai, tiba-tiba ada cowok yang duduk di sebelahku, tapi bukan di sebelah pas, karena di sebelahku pas udah ada tas aku, sengaja biar nggak ada yang duduk di sebelahku. Tiba-tiba cowok itu bilang 'hai' ke aku. Akhirnya aku bales 'hai' juga, karena dia lumayan ganteng.

-------

Seminarnya adalah membahas tentang "Long Distance Nationalism". Nggak tau apa hubungan LDN, sama LDR. Mungkin mereka saudara dekat. Bodo amat sih. Pokoknya seminar ini membahas tentang bagaimana pandangan nasionalisme negara-negara lain. Waktu itu pembicaranya dari Korea, Indonesia, dan Amerika.

Awal acara adalah lomba mengeja dalam bahasa Inggris. Ternyata lomba mnegeja seperti itu enggak gampang, harus fokus dan tepat pengucapannya. Kampretnya adalah, kakak aku yang jadi MC-nya. Aku curiga kalau ini cuma modus kakakku, dia ngajak aku ikut seminarnya biar lihat dia jadi MC.

Aku memindahkan tasku yang ada disebelahku karena ada orang yang mau duduk disitu, tapi ternyata enggak. Aku merasa ini awal dari kesalahanku, karena udah mindahin tas. Ternyata benar, tiba-tiba cowok yang tadi bilang 'hai' pindah kesampingku. Dia mulai sok akrab dengan sedikit ketawa dan melihat ke arahku.

"SMA ya?" kata orang yang bilang hai tadi.

"Eh, i.. iya" jawabku gugup. 'Mati nih, kenapa dia tau kalau aku anak SMA, kayaknya gara-gara wajahku masih unyu'.

"SMA mana?"

"(Nyebutin nama SMA)" jawabku. Curiga juga bentar lagi nanya alamat, terus nembak aku.

"Pantesan pernah lihat, aku kakak kelasmu. Temennya mbak Anu (nyebutin temennya)"

Aku terlalu berprasangka buruk kalau dia mau ngajak jadian. Ternyata dia adalah kakak kelasku yang kelasnya tepat di dipan kelasku. Maafkanlah adik kelasmu yang enggak kenal sama kakak kelas ini, kutuk saja adik kelasmu ini. Akhirnya kita berdua ngobrol-ngobrol sambil menyimak pembicara  seminarnya.

Awalnya aku agak nggak nyaman karena banyak orang yang lihatin aku sambil memasang tatapan, 'Siapa sih tuh anak?', atau 'Kayaknya orang yang sering di bully tuh anak', atau 'Itu siapa, unyu banget'. Yang terakhir nggak mungkin.

Tapi setelah ada kakak kelasku ini, aku merasa sedikit nyaman ikut acara seminar ini. Nggak tau kenapa dia bikin aku nyaman. Udah gitu dia juga ganteng. Sepertinya kita..... assudahlah.

You Might Also Like

41 komentar

  1. Diperkosa, menikmati, ganteng

    ih....

    itu beneran bisa masuk
    emang nggak ad yang curiga atau apa gitu.
    terus seminarnya tentang apa ya... yang saya baca cuma lumba ngeja dalam bahasa inggris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus gitu kalo diperkosa, nikmati.

      Iya beneran bisa masuk, nggak ada yang curiga kok. Kecuali yang nanyain aku tadi. Cuma dia yang curiga.

      Udah aku edit tuh, seminarnya tentang nasionalisme. Nggak aku jelasin detail sih. Tadinya mau aku ceritain, tapi takut kepanjangan.

      Hapus
  2. abang lo jurusan bahasa inggris? sama dong kayak gue.
    kasian juiga ya lo, terlantar gitu nungggu sampe seetngah jam baru abang lo nongol.
    tapi, sebagai adek lo harus nurut sama abang lo. lo harus patuh. jangan menentang. kenapa gue bisa bilang begitu? karna gue ini seorang kakak pertama! PERTAMNA!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan jurusan bahasa Inggris, dia HI. Disitu nggak dijelasin sih ya :D

      Terkutuklah para kakak pertama dan kakak kakak selanjutnya. Tapi, sebagai calon duta adik terbaik se Indonesia, aku harus tetep patuh sama sabda sang kakak.

      Hapus
    2. kutuk lah para kakak pertama menjadi ganteng!

      Hapus
    3. Faktanya adik lebih ganteng dari kakaknya.

      Hapus
  3. Wah i feel you...

    Sayangnya lo masuk karena ada jaminan kakak sih. Saya dulu masuk seminar cuma modal nekat doang karena pengen dapat makanan. Ketakutan terbesar bagi penyelendup di seminar itu cuma satu sih... Takut ketahuan ilegal lalu ditelanjangin, terus dibakar hidup-hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih ada jaminan. Tapi tetep aja perasaan takut ditelanjangin terus dibakar hidup-hidup itu juga ada.

      Hapus
  4. mas ceritain seminarnya donh! btw ini kenapa gue nangkepnya mas ini sedikit kemaho mahoan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya seminarnya itu bahas tentang nasionalisme itu gimana. Dan pembicaranya itu dari Amerika, Korea, dan Indonesia. Mereka jelasin gimana nasionalisme di negara mereka masing-masing.

      Tadinya mau tak ceritain di sini. Tapi takut kepanjagan. Soalnya ceritanya panjang, banget malah :D

      Nggak kok, aku macho :))

      Hapus
  5. Haha, gak seperti yang kita pikirin yak, yang sebelumnya bakalan apes, eh ternyata gak ada yang perlu di apesin :v, ketemu kakak kelas di seminar, karena diajakin ngomong kita gak canggung :v

    Btw, seminarnya tentang apa bang bro?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kadang kalo mikir nggak mau apes malah apes. Sedih :')

      Itu diatas udah tak tambahin, atau baca komen atasnya,

      Hapus
  6. mas ceritain seminarnya donh! btw ini kenapa gue nangkepnya mas ini sedikit kemaho mahoan ya

    BalasHapus
  7. Lucu juga ya interaksi kamu dan sang kakak. Mana cerewet banget, setiap kejadian di angkot dilaporin. Hahahaha. Oh ya, saya jadi inget sama lagu One Piece yang itu. Keren ya. Ada versi bahasa Indonesianya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku kan ingin kakakku tau semua kegiatanku :))

      Aku malah nggak tau lagunya ternyata ada bahasa Indonesianya.

      Hapus
  8. Kasian si ponco habis dilecehkan sama supirnya kereta. Eh kereta ada supirnya ya? Bukan masinis?

    Aku mikir di sana ada kuliah jurusan baru namanya jurusan "idem" apa yang dipelajarin ya? Biasanya kalau seminar gitu dapet makan siang gratis sama coffe break, kalau puasa sih nggak dapet kali ya

    Bingungnya ponco habis kena angin apa sih, tulisannya jadi penuh dengan kata "ganteng" gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak dilecehkan kok. Aku masih suci bersih seperti bayi baru lahir.

      Nggak tau 'idem'? Idem itu artinya ngikutin yang di atasnya. Kalo dijadiin tanda baca kayak gini -------"--------.

      Nggak kena angin apapun kok. Itu cuma ngungkapin perasaan dari hati kecilku aja. *eh

      Hapus
    2. Alhamdulillah deh kalau masih suci

      Baru tau kalau itu namanya tanda idem..

      Aku pikir kamu habis kena perbuatan angin malam, ternyata cuma curhatannya doang. Kalau merasa nyaman dengan kakak itu kenapa kok nggak disampaikan perasaannya, siapa tau jodoh lho (?)

      Hapus
    3. Nggak riz, aku nggak bisa nyampein perasaanku. Seperti dalam lirik 'Mata pun bertemu saat ini kita sebatas teman'.

      Kita cuma sebatas teman riz :')

      Hapus
    4. PONIITERU..

      Apa cuma gue disini yang baca komen sambil nyanyi :v

      Saat ini kita emang sebatas teman, tapi suatu saat nanti kita bisa lebihkan dari sebatas teman?

      Hapus
    5. Btw tipe favoritmu kayak yg dishare di fb kan? Yang berbulu lebat gitu :v

      Hapus
    6. Nggak lu sendiri riz, aku ngetiknya juga sambil nyanyi :v

      Njir, itu bukan tipeku. Tapi kalo ada yang kayak gitu nggak nolak sih.

      Hapus
  9. Berkali-kali aku harus meyakinkan diri kalo yang punya blog ini adalah seorang cowok. Atau jangan-jangan ini lagi dibajak?

    Btw nekat juga ya menyamar masuk lingkungan asing :3 Jurusan idem itu apa? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cowok kok, ganteng lagi :))

      Soalnya pas itu mikir bisa dapet pengalaman unik dan bisa lihat cewek cantik. Muehehehehe.

      Nggak tau 'idem'? Idem itu artinya ngikutin yang di atasnya. Kalo dijadiin tanda baca kayak gini -------"--------.

      Hapus
  10. Gue agak sedikit ganjal di bagian 'nyaman' sama kakak kelas..., itu maksudnya nyaman dalam hal apa dan karena apa. Nyaman karena lo dielus-elus atau gimana kah..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terlalu dipikirin. Nanti malah pengen dibikin nyaman juga. *apaini

      Hapus
    2. Aku juga normal. Jangan-jangan kita....... assudahlah.

      Hapus
  11. yaampunnn.. aku pikir ini cerpen, dan aku pikir "aku" nya cewek =="

    BalasHapus
  12. Diperkosa apa disodomi nih mas? hahaha

    BalasHapus
  13. Pon, emangnya ada yang mau merkosa lu,ya? Apa gak geli mereka? Hahahaha

    Semakin ke bawah, kok gue bacanya semakin geli, ya pon. Ambisiusmu membangun karakter sendiri yang hampir suka ditembak sama cowok.

    Awas pon, entar keterusan susah lho, baliknya. hahahaha

    Langgeng, ya pon.. "EH..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak tau bang. Tapi akhir-akhir ini aku ngerasa sering diikuti sama cowok, jadi ngerasa gitu.

      Tuntutan peran bang. Jadi baca dengan nikmat saja :))

      Jangan sampe keterusan ah. Tapi abang mau kan jadi yang ngingetin aku kalo keterusan. Atau malah yang nerima aku kalo keterusan. #lah

      APA INI -_-

      Hapus
  14. ini kurang lengkap nih foto2nya nggak ada, jadi kurang tahu gimana tuh seminarnya.

    lo ngarep banget diperkosa Di. emang lo mau gitu diperkosa supir angkot, kan di suka kasar, kayak suara mesin angkotnya. hahahaha

    untung lo menikmati seminar itu yah, gue sih mau nanya ajah, ilmu apaan yg lo dapet nih, katnya nambah ilmu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih bang Pik, jadi kurang :(

      Nggak ngarep sih bang. Cuma kalo kemungkinan terburuknya gitu ya harus dinikmatin. Walaupun kasar tapi kalo biasa kan jadi enak. #MakinNgaco

      Oh iya. Salah satunya nih aku jadi tau kalau negara Korsel itu nasionalismenya dipaksa. Itu kata yang dari Korsel sendiri.

      Hapus
  15. adik kelas yang durhaka. masa nggak kenal sama kakak kelasnya....
    tapi ikut seminar itu enak juga bro. bisa dapet makan gratis kalau hoki. wahahhaha, kasian ya lo. uda bilang belok sana sini cuma dibales bodo amat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungguh adik kelas yang durhaka banget jeff.

      Sayangnya nggak ada makanan gratisnya jef, payah tuh seminarnya -_-

      Hapus
  16. Wah, ini penyelundup yg ada gunanya yaitu ngeliat masnya jadi mc. Tpi kmu tau ga seminarnya bahas apaan ajaa???
    Terus kmu sma kakak kelasnya jga gmn?? Lumayan ada dia jdi kmu ga kyk anak ilang berkepanjangan. Hahahha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tau dong, masa nggak tau :D
      Aku sama kakak kelasku udah putus. *apaan

      Hapus
  17. Cooo nekat banget sih kamu! Beneran dateng dan masuk pula. Udah gitu ada yang ngenalin ternyata kakak kelasmu hahaha. Btw kakakmu nyebelin juga, ya. Udah maksa ikut, taunya di sana kamu nggak diakui. Aku jadi kakak nggak setega itu kok.

    Terus kelanjutan hubungan kamu dengan kakakmu gimana? Baik-baik aja, kan?

    BalasHapus