SMK : Cuma Butuh Teman Ngobrol

Sabtu, April 04, 2015


Akhirnya sabtu malam juga, dan besok minggu, artinya besok libur. Tapi sebenanrya aku sudah bosen libur, karena kemarin sudah libur, dan hari ini meliburkan diri, dan besok juga libur. Bosen karena kegiatanku waktu libur dari bangun tidur cuma, bangun - cuci muka - nyalain laptop - nonton film - bosen - tidur - bangun - cuci muka - nyalain laptop - nonton film - bosen - tidur ... gitu terus di ulang-ulang sampai guru TK ngajarin rumus integral.

Ngebosenin banget kan ? Kalau liburan kalian juga berakhir seperti itu, berarti aku tidak sendirian. Tapi enggak apa-apa sih, jadinya aku punya banyak waktu buat santai-santai belajar. Dan nulis postingan ini. Udah cepetan langsung ceritain gimana sabtu malam mu kemarin, nggak usah curhat terus. Oke, karena tangan kiriku udah nyuruh buat nulis bagaimana sabtu malamku kemarin, langsung saja aku ceritain.

Jadi sebenarnya sabtu malamku yang kemarin ini enggak menarik, jadi aku mau nyeritain beberapa sabtu malam yang lalu. Dan lagi-lagi ceritanya bareng Dedi (Nama masih di samarkan, karena demi kesejahteraan dan perdamaian dunia). Mungkin kalian akan bertanya-tanya kenapa cerita sabtu malam ke-1 bareng Dedi dan sekarang juga bareng Dedi. Mungkin ada yang nyangka kita maho, jika iya, kalian tidak sendirian. Tapi enggak, serius. Semenjak SMP dan sampai sekarang, sabtu malamku memang kebanyakan aku habiskan bareng sama Dedi, dan itu karena kita suka sama suka memang dekat dari SMP.

*****
Di suatu sabtu malam, entah itu kapan aku sudah lupa, pokoknya waktu kita belum terlalu sibuk seperti sekarang ini. Aku dan Dedi keluar ke rumah teman, sebenarnya bukan rumah, tapi seperti bangunan untuk berkumpulnya UKM di sebuah universitas. Kita main kesana karena diantara kita tidak ada yang ber-sabtu malam-an bersama someone special. Dan sebenarnya disana juga tidak ada kegiatan penting, cuma ngobrol nggak jelas yang terjadi antara tiga laki-laki baligh. 

Setelah beberapa jam ngobrol-ngobrol enggak jelas, akhirnya aku dan Dedi merasakan sebuah goncangan yang terjadi di perut masing-masing. Karena kita berdua belum makan, akhirnya kita memutuskan untuk keluar dan mencari makan. Sekitar jam 12 malam kita keliling kota Pekalongan dengan tujuan mencari makanan. Tampaknya malam di kota ini terasa sepi, anak-anak jalanan yang biasanya memenuhi jalan juga sudah mulai hilang. Gerimis yang turun malam itu menambah dinginnya malam. Gara-gara dingin, entah kenapa rasanya aku ingin nikahin Nabilah JKT.

Setelah berpuluh-puluh menit kita bingung mau makan dimana, akhirnya kita melihat sebuah gerobak nasi goreng. Akhirnya kita berdua setuju untuk berhenti di tukan nasi goreng tersebut. Dengan tubuh yang basah dan kedinginan, kita segera menuju ke tukang nasi goreng, dan memesan dua nasi goreng dan dua teh hangat. Lalu setelah kita memesan, kita duduk di warung nasi goreng tersebut. Ya iyalah, masa kita mau duduk di angkringan, kejauhan.

Beberapa meter disamping kita, terlihat ada orang tua yang kurang lebik 70 tahun sedang duduk dan meminum kopi. Tampaknya dia juga sedang menghangatkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi bertanya ke kita.

"Dari mana ?" tanya orang tua tadi.

"Dekat sini kok pak." Jawab aku sengaja berbohong, karena kalau jawab asal rumah kita yang asli nanti malah banyak tanya.

"Ohh, disana banjir nggak ?" Lanjut orang tua tadi bertanya.

"Iya banjir pak" Jawab Dedi.

"Ohh, banjirnya seberapa ? Terus menurutmu kenapa bisa banjir ?" Orang tua tadi kembali bertanya.

Ternyata kebohonganku malah memperburuk keadaan, kita cuma bisa jawab 'iya' dan berharap orang tua itu berhenti bertanya. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya nasi goreng pun jadi dan kita segera memakannya. Tapi sepertinya orang tua itu belum puas bertanya, beberapa pertanyaan yang sebenanrya kita nggak tau jawabannya, karena dia menanyakan keadaan daerah yang tadi aku sebutkan sebagai daerah tempat tinggalku. Aku sempat berpikir, sepertinya dulu orang tua ini bercita-cita jadi guru, dan dia gagal. Akhirnya dia buat pertanyaan-pertanyaan ke orang yang ada di dekatnya.

Akhirnya kita mempercepat makan kita dan berharap segera meninggalkan warung nasi goreng itu. Setelah selesai makan, kita segera meninggalkan warung makan tersebut dan segera kembali ke kamar teman kita. Rasanya malam itu aku tidak terpuaskan.

*****
Di suatu hari minggu, aku dan Dedi datang ke sebuah seminar yang bertemakan sukses UN. Sebenarnya acara tersebut tidak terlalu penting, karena nyatanya disana hanya membahas materi yang sebenarnya udah pernah kita dapat di seminar sebelumnya. Tapi karena hari minggu kita enggak ada acara, akhirnya kita datang kesana.

Setelah pulang dari seminar itu, kita mampir ke rumah teman SMP dulu. Setelah sampai ke rumahnya kita duduk dan ngobrol-ngobrol. Setelah beberapa menit ngobrol, tiba-tiba ada orang tua yang sedang memunguti sampah untuk di jual. Kalau dilihat-lihat, wanita tua itu berumur kurang lebih 75 tahun. Dengan pakaian dan wajah yang lusuh, wanita tua itu berjalan sambil melihat ke bawah, berharap ada sampah plastik yang bisa di jual.

Langsung saja kita menyiapkan minuman dan jajan untuk wanita tua tersebut. Tapi nampaknya ada yang salah, karena minuman yang kita buat ini dingin dan agak kecut, maafkan kami. Setelah minum dan makan sedikit jajan, orang tua itu bercerita sedikit tentang kehidupannya. Dia bercerita kalau sekarang dia enggak punya saudara dan enggak punya suami, dia pernah nikah beberapa kali tapi bercerai gara-gara dia enggak bisa punya anak. Seketika hati kita pun tergerak, kita merasa beruntung.

"Pokoknya kita harus sukses, terus kita bantu orang-orang yang kayak gitu." Kataku ke Dedi.

"Iya kita harus jadi orang sukses." Jawab Dedi.

"Emang ya, kadang orang tua itu enggak terlalu butuh uang banyak, atau apapun buat bahagia, kadang mereka cuma butuh teman ngobrol." Sahutku.

Entah kenapa tiba-tiba setelah melihat wanita tua tersebut aku jadi termotivasi untuk sukses, semoga saja bukan cuma omonganku. Dan entah kenapa aku bisa ngomong kalau mereka cuma butuh teman ngobrol, tapi kayaknya memang benar. Dan aku juga jadi ingat orang tua yang ada di warung nasi goreng yang pernah kita datangi, mungkin dia juga cuma butuh teman ngobrol untuk menghabiskan masa-masa tuanya.

*****
Beberapa sabtu malam yang lalu juga aku sempat ngobrol dengans someone special aku, yaitu mbak-mbak penjual sari roti yang sering lewat depan rumah. Dia cerita tentang bapak dia yang suka ngejailin dia.

"Ahhh, itu bapak aku suka ganggu.." Kata dia agak kesal.

"Ya enggak papa dong, hahahaha." Jawabku sambil ketawa kecil.

"Tapi kan nyebelin."

"Kan tujuan orang tua bikin anak itu emang gitu, buat nemenin mereka ngobrol.. hahahaha" Jawabku sambil ketawa.

"Hiii.. ya enggak" Jawab dia sedikit protes.

Aku kembali berfikir, apakah kata-kataku benar kalau orang tua ngebikin kita itu untuk teman ngobrol ? Mungkin itu salah satu tujuan mereka.

Kadang orang tua memang nyebelin, dan kadang saat kita pulang sekolah dengan keadaan yang sangat lelah, mereka malah menambah lelah dengan marah-marah. Tapi sebenarnya mereka tidak sengaja melakukan itu. Walaupun kadang-kadang aku juga marahan sama orang tuaku, tapi hubungan kita bagus, kita juga sering ngobrol, mungkin salah satu tujuan mereka tercapai, mempunyai teman ngobrol ketika sudah tua.

Lalu gimana dengan kalian ? Apakah sudah mewujudkan salah satu cita-cita mereka, yaitu jadi teman ngobrolnya ? Semoga sudah. Oke, sudah dulu ya cerita sabtu malamku yang enggak jelas ini, mungkin ada yang mau baca cerita sebelumnya, silahkan klik ini. Terimakasih udah baca. Bye, Mwaaahhh :*

You Might Also Like

47 komentar

  1. Bener banget tuh bro. Emang kadang orang tua cuma butuh kita sebagai teman ngobrol. Abisnya mau gimana lagi. Mau ngajak futsal yang ada nanti dengkul mereka rontok.
    Menurut gue, ngobrol sama orang tua itu enak. Soalnya banyak kata-kata mereka yang memotivasi. Apalagi sama orang tua sendiri.
    Semoga kita sama-sama jadi orang sukses ke depannya Pon! Supaya bisa bahagiain orang tua kita ! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya, mau ngajak ikut tawuran juga nggak mungkin, nanti malah ketagihan mereka.
      Iya, kadang kata-katanya banyak yang bener.
      Amin ri :D

      Hapus
  2. Aku gak punya teman ngobrol lagi. :(
    Tapi selalu senang kalo ngobrol bareng orang yang lebih tua, kadang mereka coba ngelucu tapi gak lucu. Dan gue tetap ketawa karena lawakannya gak lucu. Haha.. Bersyukurlah kalian masih sering diajak ngobrol sama orang tua. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, sini ngobrol sama aku :')
      Ketawa yang sangat memaksa, hahaha nggak papa deh, ngehormatin mereka :D
      Iya, bersyukur banget :)

      Hapus
  3. tiap keluarga punya gayanya masing-masing, termasuk dalam ngedidik, memperlakukan anak dan tujuan bikin anak. nah,, bapak aku sendiri bukan orang yang seneng ngobrol sama anaknya , kaku banget. dalam sehari aja bisa gak saling sapa. tiap mau nyoba ngobrol malah ditanggapin dingin, ya mau gimana lagi, jadi terima saja.
    tau sih, ortu juga pengen ngobrol ama anaknya, tapi ko serasa gak ada bahan omongan aja gitu. beda ama ibu. jadi belum tentu juga sih ortu bikin anak tujuannya buat temen ngobrol, yang jelas buat meneruskan garis keturunan dan pas tua ada yang ngurus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang bener mbak, kadang emang ada orang tua yang jarang ngomong sama anaknya, bahkan kadang enggak ngomong kalau enggak ada yang penting.

      Hahahaha, iya mbak, makanya di atas aku tulisnin 'mungkin itu salah satu tujuan mereka' jadi ya ada tujuan yang lainnya juga tentunya :D

      Hapus
  4. Bener banget,orang tua kita selalu memberikan perhatian lebih ke kita,membahagiakan kita,menuruti semua kemamuan kita. dan kita untuk membalas semua pemberiannya, dengan mengobrol dan meluangkan waktu denganya,serta bisa membuat mereka bahagia dan tersenyum karena kita. dan itu bagi mereka sesuatu yang sangat berharga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saatnya kita yang membalas kebaikan mereka ya mi :D
      Mungkin dengan lu punya pacar dan ngenalin ke orang tua lu, mungkin mereka akan bangga dan bahagia #Ampun

      Hapus
  5. Emang bener banget. Orang tua itu butuh banget teman ngobrol. Dan nggak ada salahnya, kan, kita jadi teman ngobrol mereka? Malah jadi pahala. Hehehe. Tiba-tiba jadi takut, nanti pas tua nggak ada teman ngobrol. Pasti sedih banget. :(

    Yuk, mari membahagiakan orang tuaa dan orangtua! \o/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampe pas tua nanti nggak ada temen ngobrol, sedih banget, di masa mudanya ngobrol sama tembok masa masa tuanya juga mau ngobrol sama tembok juga :(

      Ayuk, pertama aku mau bahagiain kamu dulu boleh ? :) #Kabur

      Hapus
    2. Huahaha. Serem banget. Nggak mau, ah. Kamu aja yang ngobrol sama tembok. Aku sama keran air. Hahaha. Bercanda. :(

      Aku udah bahagia, kok. *Uhuukkk. :))

      Hapus
    3. Gimana kalo sama tembok yang ada keran airnya ? *halah

      Ciee udah bahagia :))

      Hapus
  6. orangtua ngomel itu kan untuk kebaikan anaknya sendiri :)
    mungkin mereka memang butuh temen ngobrol. dan nggak ada salahnya kan, kita temenin mereka.

    sama kayak lo, gue juga udah bosen nih libur melulu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Jef, nggak ada salahnya kadang-kadang kita nemenin mereka ngobrol, mereka kan juga pengen tau tentang keadaan anaknya.

      Pas sekolah malah pengen libur, hahahaha. Pelajar emang gini.

      Hapus
  7. Bener bro, nyari temen ngobrol itu susah. Kadang kalo udah ketemu temen ngobrol, eh tiba2 temen itu menghilang dengan sendirinya. :') *curhat*

    Menurut gue, temen ngobrol paling enak itu cewek. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ham, kadang kita yang ninggalin temen ngobrol kita atau kadang kita yang ditinggalin :')

      Kalo aku sih cewek cowok oke aja, yang penting enak :D

      Hapus
  8. iya saya juga termotivasi untuk sukses, saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya, dan juga ingin menjadi orang yang bermanfaat tentunya. Ceritanya menarik, meskipun awal-awalnya nggak jelas, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe makasih. Ayo bahagiakan mereka :))

      Hapus
  9. semua orang pasti pengen sukses. aku juga... :)

    dan bener juga kata kamu kalau orang tua (baik orang tua kita sendiri atau orang tua lain) itu ngajak ngobrol kita itu karena mereka sepertinya butuh teman curhat, dengerin cerita2 mereka.
    malah kadang lebih asyik ngobrol sama orang tua.... dapat cerita2 sejarah masa lalu, juga dapat wejangan2 yang bermanfaat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin :))

      Iya bener, aku juga sering di ceritain masa lalunya bapak aku sama ibuk aku, waktu masih muda dan mereka masih bergairah. *halah

      Hapus
  10. Pon, kenapa dari kemaren joke lu pengen nikahin Nabila, sih. Sekali2 Dijah Yellow, kek. :D

    Jadi, pon. Temen lu gak bisa puasin, lu. Sabar, ya pon. Mungkin sabtu malam lain, lu bakalan dipuasin. :D

    Gue kalo soal jadi temen ngobrol orang tua, sering pecah. Kadang hening, kadang juga garing. Entahlah, tapi gue selalu berusaha sama orang tua buat mereka ketawa sama tingkah gue. Biarlah gue tampak bodoh, gak pake celana, titit ke mana-mana, yang penting mereka ketawa. :D

    Lu harus sukses, pon. Buktiin kalo lu bisa. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ah bang, kayaknya aku sama Nabilah udah jadi jodoh.

      Mungkin bang, semoga aja.

      Tapi bang...... Nggak usah enggak pake celana juga bang, kasihan tuh titit mu jadi masuk angin nanti -_-

      Pasti bang :))

      Hapus
  11. Haha dapet training motivasi tapi malah ga mempan untuk termotivasi sukses.
    Habis ngobrol sama wanita tua baru deh termotivasi sukses :D

    Memang benar, orangtua butuh teman ngobrol. Tapi sayang kadang anak-anak merasa obrolan orang dewasa sulit dimengerti (memang iya), jadinya anak-anak jarang ngobrol panjang dengan orangtuanya. Jadi orangtua yang baik adalah, yang berhasil menempatkan posisinya sebagai temannya, jadi anak-anak merasa nyaman untuk ngobrol bahkan bercerita dengan orangtua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin emang harus ngelihat penderitaan yang sebenarnya biar termotivasi :D

      Bener banget, kadang ada orang tua yang jarang ngobrol sama anaknya karena mereka merasa enggak nyambung, begitu juga dengan anaknya. Orang tua harus bisa jadi teman biar bisa ngobrol lancar dengan sang anak.

      Hapus
  12. Tulisannya memgalir dengan indah.

    Pertama menceritakan hubungan terlarang antara ponco dan dedi, kedua menceritakan beli nasi goreng (tapi nggak dikembaliin lagi kan?), ketiga cedita seminar un, keempat cerita mbak2 sari roti pujaan hatiً, kelima cerita apakah kita bisa menjadi teman ngobril yang baik buat orang tua

    Kadang kalo orang tua nasihatin itu pingin berontak, terus kalo diajak ngomong kadang gak merhatiin. Duh jadi sedih deh ngingetnya, semoga aku bisa jadi temen ngobrol yang baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak riz, kali ini nasi gorengnya dua, dan enggak di kembalikan :D

      Aku juga sering gitu kalo lagi kesel, tapi enggak papa lah, tetep berusaha buat nyenengin mereka.

      Hapus
  13. wah bener tuh bro kalau orang tua emang sukanya diajak ngobrol.. kayanya kamu juga udah tua ya makanya ngerti ? Eh.

    masih sama dedi nih ya dan masih nasi goreng semoga ga nasi goreng yang sama. Oh ya moga langgeng deh ya..hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang bilang aku udah tua :(

      Anjir, langgeng sama Dedi nih ? Semoga aja :))

      Hapus
  14. Beluuuuuuuuuuuuuuuummmmmm....kangen emak....

    Karena jarak yang membentang membuat kita tak pernah bisa mengungkapkan kata kat baranngkali hany untuk sekedar kata selamat pagi...
    Tapi engkau bertanya apa aku merindukanmu. akan aku jawab dengan bahwa aku merindukan kallian dengan jutaan rangkaian kata yng sama sekali tak tertuang....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieeee yang kangen :')

      Semoga bisa ketemu dan mengatakan langsung kalo kamu merindukannya :))

      Hapus
  15. Uda gede gini, dan uda mau merantau jugak, rasanya kurang deh waktu ku buat ngobrol sama Mama Papa.. Padahal dulu pas masih SMP en SMA yang labil-labilnya, rasanya males banget buat ngobrol dengan beliau. Huhuhu.. Nyesel.. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Habiskan masa-masa sebelum Kak Beb merantau dengan sering ngobrol sama orang tua kak :')

      Hapus
    2. Yoih, Coooo.. Manfaatin waktu sebaik-baiknya :'D

      Hapus
  16. 'Kan tujuan orang tua bikin anak itu emang gitu' kok ini mesum yakk
    pacaran orangtua itu udah nggak lagi hanya sekedar, haha-hihi, tapi lebih untuk tmen bicara. untuk membunuh waktu. klo anak penjual roti ngerasa keganggu, krena dia nggak ngerasain gimana posisi orangtuanya yg suka ngejailin dia. tpi, bkan brrti gue udah ngerasain jdi orangtua juga yak.

    klo lburan lo di isi kyak gtu aja kyaknya bklan bosen banget. mndingan lo isi jlan'' ke suatu tmpat breng tmen'' lo. kyaknya bakalan lbih asyik. gue pernah di posisi lo, dan ga ada enak''nya cuman tiduran doang di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu emang sedikit mesum, hahahaha :D
      Iya, mungkin dia belum tau rasanya jadi orang tua (Kan emang belum).

      Iya, kapan-kapan mau di isi dengan jalan-jalan biar enggak bosen, tapi kapan ?

      Hapus
  17. bener! orang tua tempat ngobrol paling nyaman. tapi kalo mau ngobrol bisa juga buka omegle bro huahaha

    BalasHapus
  18. ngobrol sama orang tua gak ada salah kok,hehe lagian kalau ngobrol sama orang tua itu nyaman ya walau sesekali suka bingung juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, tapi sebaiknya kita jadi pendengar yang baik aja mereka juga sudah seneng kok :)

      Hapus
  19. Kamu bener, Co. Selain pengin punya turunan, ya mereka juga butuh kita sebagai temen ngobrol di masa tua nanti. Di saat (mungkin bisa dibilang) saat-saat terakhir, mereka nggak mau kesepian. Meskipun pada kenyataannya, banyak anak yang sering ninggalin orang tuanya saat udah di masa tua. Kejamnya, banyak yang masukin orang tuanya ke panti jompo. Ngobrol sama orang lain yang sebenernya diharapkan adalah anaknya.

    Ah, kalo ngomongin orang tua aku selalu baper. Ya udah gitu aja deh. Semoga kita bisa ngejaga orang tua masing-masing semampu kita ya. Biar nggak ada kata nyesel sebelum terlambat :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, mereka pasti nggak ingin kesepian pas menjelan masa-masa terakhinrnya Kak Dwi.

      Iya kak :')

      Hapus
  20. Karena aku memang telat bacanya, jadi, selamat mennempuh UN ya.

    Kedua, orang tua memang butuh utk bicara dgn anaknya karena kita punya ikatan dgn mereka. Rasanya nyambung aja. Meskipun kadnag sebagai seorang anak, kita merasa kalo percakapan dgn orang orang tua ya gitu2 aja.
    Tapi, ketika kita nemenin mereka ngobrol, itu sudah membuat mereka bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. OKe :D

      Iya, kalo udah jadi orang tua bagi-bagi aja cerita masa lalu, kali aja mereka tertarik. Soalnya bapak aku sering cerita masa lalunya.

      Hapus
  21. orang tua memang hebat meskipun kita lagi marahan tapi perhatiannya masih tetap baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bat, jadi orang tua itu emang susah :))

      Hapus