SMK : Masa Depan

Sabtu, Maret 28, 2015


Bagi para lelaki kesepian, sabtu malam adalah malam yang sangat menakutkan dan tidak jarang ada yang berhibernasi di sabtu malam. Tapi tidak bagi para pelajar-pelajar yang sibuk mau menghadapi UN. Bagi mereka sabtu malam adalah malam dimana para pelajar tahun terakhir menghabiskan waktu untuk beristirahat dan melepaskan kepenatan setelah 6 hari belajar keras tentang materi-materi UN. Walaupun sebenarnya di kelasku lebih banyak jam kosongnya, tapi anggap aja aku belajar dengan keras.

Sabtu malam kemarin tiba-tiba ada sms dari seorang teman yang bertuliskan "Kesini jam 8, dirumah sepi", tapi sayangnya sms tersebut berasal dari teman cowok. Mungkin jika Ibu aku lihat isi sms itu, dia akan shock melihat anaknya yang menyimpang. Tapi serius, aku nggak menyimpang. Sms tersebut datang dari teman SMP yang memang biasa keluar bareng, sebut saja namanya Dedi (Nama disamarkan demi kesejahteraan dan perdamaian dunia).

Dedi ini orangnya enggak terlalu pendek dan enggak terlalu tinggi, kata temen-temen waktu SMP dia mirip Pasha Ungu kalau nggak ada jerawatnya, kalau menurut aku dia lebih mirip sama mas-mas penjual cendol di depan SMP dulu. Dia anak STM, tapi wajahnya enggak ada pantes-pantesnya jadi anak STM. Anak-anak STM terkenal dengan tawuran pakai senjata ikat pinggang yang ujungnya ada gear-nya, Dedi juga, dia kalau tawuran juga pakai senjata ikat pinggang, tapi ujungnya pakai keyboard, soalnya dia anak STM jurusan TKJ.

Setelah dapat sms dari Dedi akhirnya aku iyain ajakan dia untuk kerumahnya, karena waktu itu aku juga bosen dirumah. Sebelum menunggu jam 8 aku telfonan sama seseorang yang sepesial, aku telfonan sama mbak-mbak penjual sari roti yang biasa keliling depan rumah. Setelas selesai, aku langsung ngeluarin sepeda. Biasanya aku naik motor untuk ke rumahnya, tapi karena sudah lama enggak naik sepeda akhirnya aku memutuskan buat naik sepeda kerumahnya. Aku sampai dirumahnya jam setengah 9, telat setengah jam. Bukan karena jarak rumah dia yang jauh, bahkan jaraknya sangat dekat. Bukan karena di jalan ketemu mantan, bukan juga, tapi karena aku keluar dari rumah jam setengah 9 kurang 10 menit.

Pas sampai di rumahnya dia agak kesel karena aku datangnya telat, dan gara-gara telat di rumahnya juga sudah ada orang. Padahal tujuan dia nyuruh aku buat datang kerumahnya biar dia nggak sendirian di rumah, sekarang kedatanganku ini percuma (salah sendiri telat). Karena aku sudah terlanjur datang akhirnya kita duduk di depan rumah sampil nonton anime "Naruto". Kita nonton beberapa episode sambil ngobrol-nobrol, sampai akhirnya batrai laptop habis dan kita tidak tau mau ngapain lagi. Dunia terasa hampa gara-gara batrai habis.

"Gimana kalau kita sepedaan aja ?" Usul Dedi.

Karena enggak pilihan lain, akhirnya kita sepedaan. Akhirnya kita keluar rumah dan sepedaan, tapi masalahnya kita enggak tau mau kemana. Setelah beratus-ratus meter kita bingung mau kemana lagi. Di pinggir jalan kita lihat warung nasi goreng, dan bapak-bapak nasi gorengnya lagi nonton bola.

"Gimana kalo kita ke situ aja, beli teh anget aja biar nggak terlalu malu-maluin" Kata Dedi.

""Masa cuma beli teh anget ?" Kataku sambil ngecek uang yang ada di saku celana pendek aku.

Akhirnya aku menemukan segumpal uang 10rb, kalau dilihat dari gumpalannya uang itu udah berada di saku ini selama 69 tahun sebelum masehi. Pas banget, aku juga belum makan. Akhirnya kita mampir ke warung nasi goreng dan memesan 1 nasi goreng. Sambil menunggu nasi goreng, kita duduk di depan tv dan menonton pertandingan antara Arsenal vs ... lupa. Setelah beberapa menit nasi gorengnya jadi dan.... what the fuck, kita di bawain dua nasi goreng. Padahal kita cuma pesennya satu, dan kita tidak mampu membayar nasi goreng yang satunya lagi. Akhirnya kita bilang ke bapaknya, dan untungnya bapaknya enggak papa, yang satunya di ambil kembali. Yaelah pak, kenapa nggak di gratisin aja ?

Setelah beberapa suap nasi goreng dan beberapa menit pertandingan berlangsung, akhirnya kita keluar dari warung nasi goreng yang mungkin bapak-bapaknya kupingnya min. Setelah keluar dari warung tadi kita kembali melanjutkan perjalanan. Tapi kita bingun mau kemana lagi, akhirnya kita berdua sepedaan tanpa arah dan tujuan. 

Dijalan kita membahas masa depan kita, mau apa kita nanti kalau sudah besar, dan mau kerja apa nanti kalau sudah besar. Tapi masalah yang paling penting adalah mau apa nanti kita setelah lulus SMA. Aku dan Dedi mempunyai tujuan yang sama, yaitu kuliah setelah lulus, dan jurusan yang kita ambil juga sama. Tapi kita galau, kalau nanti terjadi kemungkinan terburuknya, kalau kita enggak di terima di universitas yang kita pilih. Bukannya pesimis, tapi memikirkan sedikit kemungkinan terburuk.

Beberapa kayuhan dan beberapa kilometer kita lalui, akhirnya kita berhenti di salah satu pusat perbelanjaan batik terbesar di tempat kita, International Batik Center. Jam sudah menunjukan pukul 12 lebih, dan dinginya malam juga sudah semakin menusuk. Tapi entah kenapa malah aku merasa gerah, akhirnya aku melepas jaketku dan malam itu aku hanya memakai kostum basket bertuliskan "BULLS" yang di belikan jaman SMP dulu oleh kakakku. Belum ada lima menit kita duduk, kita di usir satpam dan disuruh pindah kedepannya lagi. Mungkin kita disangka gembel karena wajah kita yang lusuh, tapi wajah ini bukan lusuh karena kita gembel pak, wajah ini lusuh karena memikirkan masa depan kita pak.

Malam itu kita membicarakan masa depan kita, kalau kita berhasil diterima di jurusan yang kita pilih, dan kalau sudah lulus kita akan bekerja sambil mengumpulkan modal, dan setelah itu kita akan membuka usaha berdua. Mungkin sedikit menghayal sesuatu yang indah di masa depan bisa mengurangi kegalauan kita.

Setelah beberapa menit duduk disitu, akhirnya kita memutuskan untuk pulang karena kita terusir oleh sekumpulan geng motor yang datang dan mau nongkrong di samping kita. Karena kita nggak mau dikeroyok dan kebetulan Dedi nggak bawa ikat pinggang yang ujungnya ada keyboard nya, akhirnya kita memutuskan untuk pulang saja. 

Sebenarnya diperjalanan pulang kita agak takut, karena jalanan udah sepi dan mungkin saja begal hari ini belum pada dapat motor dan akhirnya nge-begal sepeda kita. Bahkan ketika ada suara *krosakkk* dijalan, Dedi pun berteriak selayaknya anak STM dan menambah kecepatan karena takut.

Setelah beberapa kilometer akhirnya kita selamat sampai rumahku dan sepeda pun selamat tanpa kena begal. Malam itu Dedi nggak pulang kerumah dan tidur di rumahku. Karena kita berdua belum ngantuk, akhirnya kta ngobrol-ngobrol sambil tiduran dan menunggu ngantuk. Kita ngobrol tentang jaman-jaman kita dulu pas SMP, dan beberapa kejadian-kejadian setelah SMP, dan dia tanya siapa cinta pertamaku. Hmm, cinta pertama... mungkin kapan-kapan aku ceritain.

"Pasang alaram jam 4, nanti kita sholat malam dan berdoa biar lulus dan diterima di universitas yang kita pilih" Kataku.

"Oke, habis sholat nanti kita puasa" Dedi membalas.

"Iya. Habis itu kita zakat, sholat idulfitri, dan naik haji, biar makin berkah" Aku menambahi obrolan yang semakin absurd.

Entah mulai dari kapan kita tertidur aku pun lupa, waktu bangun dan ngecek jam ternyata sudah jam 7 pagi. Kita dua lelaki yang gagal tobat pagi itu.

******

Beberapa hari yang lalu pengumuman universitas yang Dedi pilih sudah keluar, dan pas aku cek di internet nama dia di terima di jurusan yang dia pilih, setelah gelombang pertama kemarin nama dia tidak ada. Masa depannya pun sudah mulai jelas, sekarang tinggal aku sendiri yang galau tentang masa depanku.

Pekalongan, 21 Maret 2015

Catatan :

1. Sabtu Malam Kemarin (SMK) adalah tulisan berseri yang akan aku tulis jika sabtu malamku ada sesuatu yang menarik, jika tidak ada mungkin aku akan cerita tentang cinta-cinta-an.

2. Percakapan di atas sudah di translate dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Tadinya mau aku translate ke bahasa Zimbabwe, tapi takutnya kalian enggak pada tau. Yaudah.

3. Sengaja dikasih tanggal biar ingat kapan kejadiannya terjadi.

You Might Also Like

61 komentar

  1. Ketahuan jomblo kalo update blog di malam minggu... :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah enggak gitu kok, aku enggak jomblo, ini cuma ... assudahlah :'3

      Hapus
  2. Yaelah pon. Lu kenapa malam minggu malah sepedaan. Terus tega-teganya mesen Nasgor cuma satu. Dedi-nya gimana?

    Kasihankan. Untungnya dia gk mewek terus bilang "Mamaaaa, ponco ahat..." -_-

    Jomblo emang pekat dengan Malam minggu yang kelabu,sudah diusir. Eh, malah sibuk pembelaan. :D

    Semoga cepet kelar UN-nya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari pada dirumah do'ain turun hujan, mending sepedaan bang :D
      Kita sepiring berdua #Eaaaa

      Iya bang, bentar lagi kelar UN nya.

      Hapus
    2. Mending tidurlah. (Area jomblo)

      Ciyee, kalian udah pacaran ternyata.

      Syukurlah.

      Hapus
    3. Wahh, dasar jomblo :p

      Nggak, kita nggak pacaran, kita cuma kakak adekan.

      Hapus
  3. ciye yang satnightnya sepedaan berduaan...
    .
    .
    .
    .


    sama temen cowonya sih tapi hahaha

    waktu aku seumur kamu juga sering ngobrolin tentang masa depan setelah lulus SMA sama teman-teman aku, ah jadi kangen masa SMA :")

    btw.... Kamu telfonan sama mbak mbak sari roti atau sama mbak sari sih sebenernya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih berduaan, tapi sama cowok :')

      Hahahaha, mungkin ntar pas aku udah segede (?) kakak bakal kangen masa-masa SMA juga :D

      Mbak mbak sari roti yang namanya Sari kayaknya :p

      Hapus
  4. Ini ceritanya sekali jalan satu tiga pulau terlampaui ya. Hshaha. Kenapa ga minta digratisin aja nasi gorengnya? Bilang aja, nanggung pak bonus aja satu ya... Hhe udah bilang gitu blum?
    Selamat ya buat temen lo itu. Buat lo moga masa depan cerah juga hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau bilang kayak gitu om-om penjualnya wajahnya sangar, jadi kita mengurungkan niat buat minta gratisan.
      Iya amin :))

      Hapus
  5. wih sepeda sabtu malam.
    jadi, smk ini series lu ya bro?
    gue kira pas awal gue baca judulnya smk sekolah...
    ternyata, sabtu malam kemarin. sukses vroh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Jev, series baru di blog ini. Hahahaha mungkin banyak yang ngira gitu juga, sipp sukses juga :D

      Hapus
  6. Wuhu. Kejar si Dedinya dong. Dia aja berhasil. \:D/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, niatnya mau ngejar keberhasilan dia :))

      Hapus
  7. Yaampun semua pada punya seri cerpen di blognya masing.. Haah

    Sengerti-ngertinya aku tentang tkj, kayaknya gk ada deh keyboard yang berekor ikat piggang, adanya berekor kabel. Pasti penemuan baru ya?

    Kasian tuh nasi gorengnya di oper-oper kek hati ini (?)

    Sebengis-bengisnya begal kayaknya nggak akan pernah ngebegal sepeda, apalagi ngebegal kamu soalnya kasian liat wajahmu yang begitu tampan eh melas.. Piss --v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin dong bikin :D

      Iya itu penemuan baru, coba aja buat, kali aja bisa bermanfaat pas tawuran nanti, hahahahaha.

      Iya nasi gorengnya di gantungin, kasihan :')

      Aku juga mikir gitu sih, kayaknya begal nya malah rugi kalo malam itu ngebegal kita :v

      Hapus
  8. Ciee romantis amat sama si Dedi ciee. (ini apa)
    Anyway gue baca dari awal sampe akhir kayaknya seru ya punya temen main kayak gitu. Jadi bisa sharing bebaaasss. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh kak Dev, jadi malu nihh *iniapaan
      Iya kak enak, bisa ngomongin masalah-masalah kita tanpa ngerasa malu.

      Hapus
  9. Romantis banget ni nasi goreng berdua cieee
    akhirnya kelakuan jomblo kalau malam minggu ga mojok di kamar sambil doa hujan
    hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, malam minggu di isi dengan kegiatan yang sebenernya juga kurang bermanfaat, hahahaha.

      Hapus
  10. Gue betah bacanya karena satu hal: font-nya favorit gue. jadi lo udah memilih sesuatu yang tepat untuk blog ini.

    Itu masalah nasi goreng yang belinya cuma sepiring dikasih dua piring kasian banget ya, iya... kasian udah pesennnya satu, dibikinin dua, bilangnya cuma satu, nasinya ditarik lagi.

    nyampe nongkrong2 di IBC berarti di pinggir jalan gede ya.. gue kira rumah lo ada di pekalongan pelosok hahaha

    semoga lo juga bisa sukses kayak temen lo, diterima di tempat kuliah yang lo pengen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih bang udah betah bacanya, walaupun cuma gara-gara font-nya :D

      Tukang nasi gorengnya nggak peka bang, harunya kan mubadzir tuh, nah daripada mubadzir mending di gratisin :v

      Iya lumayan deket jalan gede, enggak terlalu pelosok :p

      Amin :))

      Hapus
  11. gue ngerti kok keadaan lo,ketika lo di SMS suruh datang ke rumahnya karena gak ada siapa-siapa. :D

    jadi sabtu malam kemarin,lo ngedet sama si dedi ya,jalan berduaan,makan nasi goreng sepiring berdua.sampe tidur pun berdua. so sweatnya hehehe.

    Sukses ya buat UNnya,semoga lo sama si dedi bisa bertemu lagi di universitas yang sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sayangnya yang sms suruh datang gara-gara rumahnya kosong itu cowok mi :')

      Iya nih mi, daripada dirumah terus bisa-bisa njamur dan bisa-bisa ngabisin kalpanax sekerdus.

      Amiin, makasih mi.

      Hapus
  12. hahaha geli juga dua cowok ngomongin cinta pertama di kamar semalaman... gue seneng baca tulisan lo. seperti ada sesuatu yang fresh. gaya tulisan yang ringan dan bikin nyengir2 sendiri. :)

    sukses buat un!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agak geli juga sih emang kalo di pikir-pikir, hahahaha.

      Amiin, makasih :D

      Hapus
  13. sepiring bedua co? njirr, romantis :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen juga nggak di ? Hahahaha :D

      Hapus
    2. jadi sepiring betiga gitu? gakan kenyang. haha.
      cek postingan anyar gue tentang Libster Award co. :D

      Hapus
    3. Belinya 4 piring sekalian, hahahaha
      Udah tak cek di, sipp makasih udah milih aku, cieeeeeeee *Apaini

      Hapus
    4. 10 rebu duit lu nya juga. cukup ? haha
      jangan ada rasa sama gue :')

      Hapus
  14. Yaampun. Hahahaha

    Tadinya gue ngira SMK di sini Sekolah Menengah Kejuruan wk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha, banyak juga yang ngira gitu :D

      Hapus
  15. Sepeda malam emang enak bro, cuma resikonya cuma satu, gelap dan serem haha.

    Kita sama-sama mau UN broo. Semoga nilai kita memuaskan yaa. Aamiin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ham, yang bikin nggak enak itu lewat jalan yang gelap, sepi dan angker.

      Amiin ham :))

      Hapus
  16. huh, untung udah ditranslate, ceritanya menarik

    BalasHapus
  17. ahayy, kesian dong sama orang yang sepesial tadi. Kenapa ga malem mingguan sama mbak-mbak itu aja :p

    BalasHapus
  18. Ini namnya jomlo terhormat. Malam minggu nggak cuma menggalau di kamar doang gegara nggak punya pacar. Setidaknya ada hal bermanfaat yang bisa lo lakuin Co, nggak cuma bully gue di twitter doang. Hahahahahahaha.

    Btw, lo kemarin sempet cerita juga kalau mau daftar di Universitas *tiiiit* disensor. Hahahahha. Semoga keterima ya, Co. Semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daripada lu bang, malam minggunya dihabiskan dengan beberapa lembar tissu buat ngelap air mata kesengsaraan :p #Ampun

      Iya bang, siip makasih. Lu juga bang, semoga ketrima di universitas *titit* :D

      Hapus
  19. Wah selamat buat Dedi yang udah lulus ke universitas dan jurusan pilihannya. Kamu sendiri gimana? Masuk ke mana? Semoga yang kamu impikan jadi kenyataan ya.

    Emang paling seneng ngomongin masa depan sama temen. Sama pacar juga sih, ehehe... Tapi ngomongin masa depan kalo nggak berefek apa-apa, percuma. Aku kalo udah beres ngomongin masa depan pasti efeknya jadi semangat beraktvitas. Ntah nyusun skripsi atau nulis. Yang jelas, kalo udah ngomongin masa depan harus berdampak baik buat hidup kamu. Jangan lupa juga actionnya ya :D

    Btw ini kunjungan pertama bukan ya Kak? Salam kenal aja deh hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pengumuman kak. Amiin, semoga aja bisa ketrima di univeritas yang aku pilih :D

      Iya, jangan cuma ngomong aja, harus ada aksi buat mewujudkan masa depan yang kita susun. Semangat deh buat skripsinya kak, semoga cepet selesai.

      Kayaknya pertama, salam kenal. Btw, jangan panggil kak :3 Harusnya aku yang panggil kak ke kak Dwi, kan aku masih SMA dan masih unyu gini *hoeek

      Hapus
  20. wah bro keren sih keren, malam minggu sepeda berdua, beli nasi goreng juga sepriring berdua.. romantis bro tapi ko sama cowo bro ? ini yang bikin jomblo selalu tertindas dan gue juga sering ngalami ginian.. nge date sama temen sekosan -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita senasib bro, malam mingguan bareng cowok :')

      Hapus
  21. Pas awal baca2 ada sms dari dedi kaya gitu, gue kira kalian bakal ....................... minum soda gembira bersama. cepet2 dihapus dah smsny, buat ngilangin bukti.
    lagian kurang kerjaan banget malam2 sepedaan berdua pake sepeda sendiri2, harusnya pake sepeda tandem biar lebih mesra.

    btw sebenernya lo ga mau nyeritain siapa cinta pertama, soalnya cinta pertama lo dedi kan? ngaku dah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah aku hapus, bahaya kalo ada yang lihat :v

      Nanti deh kapan-kapan tak ceritain :D

      Hapus
  22. Deg-degan gimana gitu mau menghadapi UN, tapi jangan khawatir selooow aja nyantai pasti sukses :)

    BalasHapus
  23. itu seriusan malam minggunya sepedaan bareng dedi?? terus pesan nasgornya cuma 1? :)

    BalasHapus
  24. Kayak Febri dulu nih.. Galau pas lulus SMK tapi ngga jebol UGM, akhirnya milih kerja setahun trus masuk kuliah.. :D

    Semua terserah kamu kok, Co.. Lebih cenderung pengen ke mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen ke universitas *tuuuuutt* Kak Beb, Do'ain ya :D

      Hapus
    2. Semoga lulus yah. Ayok belajar yang rajin! :D

      Hapus
  25. wahh, lagi mau unas ya bro? pasti lagi giat-giat nya belajar sama galau-galau nya milih jurusan nih. tapi, beruntung banget lo bro, jurusan udah lo tentuin dan lo rencanakan dengan baik. tinggal nunggu pengumuman doang, dan semoga diterima di universitas yang lo impikan ya bro. semangat!

    haha, malam minggu lo sama temen lo absurd banget yaa. gaada tujuan yang dituju. untung banget waktu lo pesen nasi goreng kelebihan bisa dibalikin, kalo tukang nasi gorengnya lagi galak dan gak boleh dibalikin, bisa-bisa sepeda lo disita tuh dibuat jaminan haha.

    yaah, sama sih kayak gue dulu. masa-masa sebelum unas SMA itu memang ngegalauin banget. soalnya sekali salah pilih jurusan, bisa-bisa kedepannya bakalan rumit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, kalau masalah jurusan udah nggak galau, yang digalauin masalah di terimanya apa enggak. Amin, semoga diterima :))

      Iya, untungnya nggak galak, kalo galak mungkin malam minggu kita bakal habis di tukang nasi goreng nih.

      Hapus
  26. gelak...sepanjang perjalanan sampai menjelang tidur, obrolannya tentang masa depan. wuiiihhh... bantu doa aja deh, moga keterima di universitasnya.

    BalasHapus