Segumpal Ide Untuk Solusi Naiknya BBM

Selasa, November 18, 2014

"Bensin mundak, tapi gaji karyawane ora di mundakke". Lagi enak-enaknya dengerin lagu di radio pom bensin tiba-tiba terdengar keresahan seorang karyawan di salah satu pom bensin. Sepulang sekolah, aku mampir dulu ke pom bensin untuk mengisi motorku yang bensinnya udah mulai habis. Keresahan itu di lontarkan karena naiknya harga bensin sebesar 2rb.

Sebetulnya bisa saja aku pergi ke pom bensin malam-malam mengisi full motorku sebelum bensin resmi naik. Tapi masalahnya aku berfikir mungkin pom bensin akan dipenuhi para "bensin hunter" dan om-om penjual bensin eceran yang sedang mengantri. Yakali gara-gara kelamaan aku ngantri pas dapet giliran isi bensin, tiba-tiba udah di deklarasikan kenaikan harga bensin dan akhirnya aku beli bensin dengan harga yang baru Rp8500, kan itu nggak kereeenn.

Naiknya BBM kali ini juga banyak di perbincangkan beberapa orang, di sosmed pun juga ramai. Pun demikian dengan teman-teman sekelas aku yang ramai membicarakan kenaikan harga bensin, sampai mereka melupakan bahwa celana sekolah aku baru. *itu sih nggak penting.

Kali ini tulisan aku bukan di tunjukan untuk memprotes kenaikan harga BBM, dan juga aku tidak berminat untuk melakukan demo di jalan-jalan sambil membakar ban motor. Yakali aku harus nyopot ban motorku dulu dan di bakar terus beli ban motor baru lagi. Kan mubadzir, mendingan uangnya di tabung aja, kan lumayan bisa buat beli ban motor baru, terus ban motornya buat demo bakar ban. Ya sama aja begooo.

Aku mau menuangkan sebuah ide-ide yang tidak aku pikirkan. Mungkin ini sebuah ide yang muncul dari keresahanku. Dan inilah ide-ide yang sangat nyusahin dari aku tentang solusi naiknya BBM bagi pelajar :



1. Setiap sekolah di beri bus antar jemput untuk siswa-siswa yan rumahnya jauh dari sekolah. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban pelajar.

2. Untuk siswa yang jarak rumahnya ke sekolah lebih dari 20km sebaiknya di kasih tambahan uang jajan. Yakali aja mereka yang jauh menuntut naiknya uang jajan juga.
 
3. Bangunan sekolah di pindah ke samping rumah para siswa yang jarak rumahnya jauh dari sekolah. Ini biar siswa-siswa yang jauh rumahnya nggak telat lagi. 

4. Setiap anak yang rumahnya jauh dari sekolah di kasih paket BBM full service selama sebulan.

5. Setiap sekolah di buat asrama yang di dalamnya lengkap dengan AC, kamar mandi di dalam kamar, wifi, TV, PS1, PS2, PS3 lengkap dengan kaset-kaset gamenya, lapangan futsal, dan kolam renang.

Seperti itulah kira-kira ide nyusahin dari saya pak Jokowi. Nggak udah di tanggapi dengan serius kok pak, soalnya kalo dijalankan ntar malah ngerusak negara. Tapi kalo beneran mau di laksanain saya sangat berterimakasih pak. Salam sejahtera dari seorang mantan penjual sempolan yang ingin kesejahteraan, kenyamanan dan kententraman pak.

You Might Also Like

14 komentar

  1. Hmmm, kalau menurut saya sih sudah sepantasnya harga BBM naik. Lha wong dulu di jaman Pak Harto harga BBM pernah Rp 550 kok. Lagipula sudah umum kalau manusia itu setiap tahun selalu kepingin pendapatannya naik. Nah efek sampingnya, harga-harga juga pada naik.

    Ribet kan? Jadi kalau menurut saya, satu-satunya cara mencegah agar harga BBM dan harga-harga lain tidak naik ya kalau seluruh orang di negeri ini menahan diri untuk tidak mendapatkan kenyamanan. Kasarnya, semakin orang berusaha untuk menderita maka tidak akan memicu harga-harga untuk naik. Walaupun ini pada kenyatannya sangat sulit untuk dipraktekkan, tapi ini cara yg menurutku efektif.

    Sebetulnya kalau Pemerintah fokus ke bidang pendidikan, pelajar tidak begitu terbebani kok dengan naiknya harga BBM. Mungkin kenyamanan pelajar akan berkurang sedikit. Tapi ya itu tadi, kalau pelajar belajar bersabar dengan "penderitaan" yg mereka hadapi, semua akan baik-baik saja kok.

    BalasHapus
  2. Hahaha gak kuat saya bayangin point ke tiga mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan di bayangin, mending bayangin aku #yaelah
      ide aku emang paling keren B) hahaha

      Hapus
  3. Pengen yang point yang kelima aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya sih aku juga seneng kalo poin ke lima di kabulin :p

      Hapus
  4. Kalau di bandung mah sekarang ada bus sekolah gratis, seenggaknya mengurangi biaya anak sekolah hahaha

    Bbm full service? Semacam salah gaul haahaha

    BalasHapus
  5. wah bagus tuh, jadinya mengurangi biaya bensin dan uang sakunya gak jadi berkurang :D
    hahaha

    BalasHapus
  6. sekolah kan emang gratis, tapi uang sakunya yang banyak :D

    BalasHapus
  7. Hahah bangunan sekolah dipindah ke samping rumah. :))
    itu kalo yang bus sekolah kayaknya di Bandung udah ada deh.

    BalasHapus
  8. Bangunan sekolah di pindah ke samping rumah para siswa yang jarak rumahnya jauh dari sekolah. Ini biar siswa-siswa yang jauh rumahnya nggak telat lagi.
    lah yang tadinya rumahnya deket seolah malah jadi jauh. Nambah masalah ini mah

    BalasHapus
  9. Hahaha jangankan aku, nenek-nenek ompong juga pengen point yang kelima :))

    BalasHapus
  10. Wkwkwk.. ada-ada aja, nih. Eh tapi kalau dipikir bener juga. :D

    BalasHapus
  11. menurut gue rakyat harus grow up sedikit.
    jangan, bbm naik dikit demoooo
    naik banya, demooooo
    giliran udah diturunin, defisit hutang negara membludak. demo lagiii
    astaga.

    BalasHapus